Ibu
Kakiku telah letih
Menapaki jalan-jalan yang telah kulewati saat mencarimu
Sejak engkau pergi malam itu
Masih begitu nyata dimataku
Tentara yang memegang senjata itu menodong dan menggiringmu pergi
Tanpa menghiraukan ratapan 6 anak-anak yang diantaranya masih balita
Serta perempuan-perempuan lain yang sudah renta
Sejak itu
Lelah kami menunggu ibu kembali dengan airmata yang membasahi pipi
Namun ibu tak kunjung pulang
Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tahu kuburannya
Tak ada lagi pelukan hangatmu disaat tidurku yang dibalut dingin kampung kita
Tak ada lagi hari-hari penuh canda tawa diantara anakmu yang beranjak remaja
Kampung terasa begitu sepi
Waktu berjalan terasa begitu lambat
Hingga
Satu persatu anak ibu menghilang
Pergi membawa nasib kerantau orang
Meninggalkan bocah kecil yang kehilangan kasih sayang
Ibu
Kini bocah kecil itu telah beranjak tua dan renta
Pecariannyapun telah berhenti
Karena
Kami telah ikhlaskan kepergian ibu
Kami tak akan menggugat takdir yang telah ditentukan buat ibu
Kami telah memaafkan orang-orang yang telah memfitnah ibu
Kami juga telah memaafkan tentara-tentara yang telah menghabisi ibu
Kami tak ingin dendam merusak hidup anak ibu
Kami ingin hidup damai dengan beribu cucu ibu
