Puisi Sunyi Seorang Ayah

anakku

sejak kau diam

hatiku tersiksa

begitu banyak tanya

begitu banyak kecemasan

begitu banyak ketakutan

begitu banyak kegelisahan

anakku

diammu mungkin akan membunuhku

setiap aku hendak menghubungimu

sukmaku bergetar tak menentu

takut kau akan tetap membisu

yang semakin membuat aku tersiksa dalam tanda tanya

apakah kau tengah menderita

atau sedang murka

 

anakku

sampai kapan ini akan berakhir?

atau kau memang tak akan pernah kembali

seperti dulu lagi?

bercerita tentang

canda Tuhan kepadamu

si penyusup yang bersembunyi di dalam tubuhmu

doa-doa kita yang tak pernah putus

teman-teman yang penuh empati

serta kisah-kisah lucu kita yang membuat kau tersenyum

atau kisah tentang teman yang telah lebih dulu pergi

dan banyak lagi

 

anakku

aku ingin menekan tombol call itu

tapi aku tak sanggup

gemuruh di dadaku menggetarkan seluruh tubuhku

gelisah

takut

cemas

kalau nada panggil itu berlalu tanpa jawaban

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.