anakku
sejak kau diam
hatiku tersiksa
begitu banyak tanya
begitu banyak kecemasan
begitu banyak ketakutan
begitu banyak kegelisahan
anakku
diammu mungkin akan membunuhku
setiap aku hendak menghubungimu
sukmaku bergetar tak menentu
takut kau akan tetap membisu
yang semakin membuat aku tersiksa dalam tanda tanya
apakah kau tengah menderita
atau sedang murka
anakku
sampai kapan ini akan berakhir?
atau kau memang tak akan pernah kembali
seperti dulu lagi?
bercerita tentang
canda Tuhan kepadamu
si penyusup yang bersembunyi di dalam tubuhmu
doa-doa kita yang tak pernah putus
teman-teman yang penuh empati
serta kisah-kisah lucu kita yang membuat kau tersenyum
atau kisah tentang teman yang telah lebih dulu pergi
dan banyak lagi
anakku
aku ingin menekan tombol call itu
tapi aku tak sanggup
gemuruh di dadaku menggetarkan seluruh tubuhku
gelisah
takut
cemas
kalau nada panggil itu berlalu tanpa jawaban
