Merantau ke Pekan Baru (28)

Setelah dikurung di kamar gantung, akhirnya aku kembali ke Pasar Bawah, bersama anduang Ipah dan Pidan. Pengembaraanku di jalanan kota Pekanbaru kembali berlanjut. Pagi itu setelah kedua kakakku pergi ketempat kerjanya masing-masing, akupun pergi meninggalkan rumah tempat kost kami. Pertama aku pergi ke pabrik roti yang hanya berjarak dua tiang listrik dari rumah kami. Aku melihat […]

Merantau ke Pekan Baru (27)

Bosan duduk di tangga, aku turun dan masuk kedalam oloh, melihat kesibukan para tukang yang sedang bekerja itu lebih dekat. Aku berpindah-pindah dari bangku yang satu ke bangku yang lain. Setiap bangku di isi satu tukang, dan setiap tukang membuat perabot yang berbeda. Tidak setiap tukang bisa mengerjakan semua pesanan, tergantung pengalamam dan masa kerja […]

Merantau ke Pekan Baru (26)

Aku duduk ditangga dekat pintu yang menuju rumah mak Linuh. Sejak di kampung, duduk di anak tangga paling atas rumah gadang, yang dikampung dinamai kapalo janjang, adalah kesenanganku. Dari sana aku bebas mengamati orang-orang yang bekerja di halaman rumah maupun di dapur, atau kesibukan kakak-kakakku membantu umi menumbuk kopi dibawah pohon manggis. Tapi kesenanganku ini sering menjadi […]

Merantau ke Pekan Baru (25)

Setelah beberapa lama tinggal bersama kakakku anduang Ipah dan anduang Pidan di Pasar Bawah, aku di jemput oleh kakak laki-lakiku tuan Salim, dan di ajak ketempat tinggal yang juga sekalian tempat dia bekerja di Sukajadi. Dengan menumpang oplet, kami berangkat dari pasar bawah menuju Sukajadi. Tidak sampai satu jam, kami tiba di Sukajadi. Turun dari oplet, sebelum […]