Merantau ke Pekan Baru (17)

Aku terbangun dari tidurku. Kudapati tubuhku diselimuti dengan selimut putih bergaris-garis biru, juga kepalaku telah beralaskan bantal, tidak lagi kain bungkusan pakaianku. Aku duduk dan melihat ke sekeliling, rumah terasa sepi. Tak satupun penghuni rumah yang kelihatan. Tiba-tiba dari dalam kamar kak Suma keluar, rupanya dia baru saja selesai shalat. Itu kelihatan dari tangannya yang […]

Merantau ke Pekan Baru (16): Tanah Merah

Aku beserta famili teman seperjalalanku dari kampung, menunggu di depan rumah setelah mengetok pintu dan memanggil tuan rumah. Beberapa saat kemudian terdengar suara engsel pintu berderit dan pintu rumah itu terbuka. Seorang wanita yang nampaknya baru saja selesai melaksanakan shalat subuh dan masih memakaitelekungnya menyembul dari balik pintu, setelah bertegur sapa dia mempersilakan kami masuk. Famili […]

Merantau ke Pekan Baru (15)

Setelah mengantri hampir dua jam, akhirnya bus Sinar Riau yang kami tumpangi mendapat giliran menyeberang. Setelah dua kali menaiki pelayangan, aku mulai terbiasa, rasa gamang dan takut akan terjadi sesuatu, tidak lagi mengganggu pikiranku. Aku kini malah dapat menikmati rasanya naik pelayangan. Ayunan pelayangan ketika dinaiki kendaraan yang akan menyeberang, tak lagi menimbulkan ketakutanku. Begitu […]