Perang, selalu meninggalkan duka pilu, apalagi bagi mereka yang jadi korban tak berdosa. Itulah yang terjadi pada sebuah keluarga dengan 6 anak yang masih di bawah umur. Fitnah telah merenggut sang bunda dari tengah keluarga, sehingga anak-anak yang tak berdosa itu, yang diantaranya masih balita, harus kehilangan bunda. Dibunuh oleh mereka menganggap dirinya berhak menghilangkan […]
Category Archives: Kisah Pengelana
Jalan Rahasia di Belakang Kantor Bupati
Aku memasuki celah sempit yang terdapat di antara gedung asrama dan bangunan sekolah yang ada di Komplek Perguruan Muhammadiyah, Bunian, itu. Aku baru tahu jalan pintas ini, setelah seorang teman menunjukkan padaku untuk melintas di sana. Biasanya kalau mau ke pasar aku melewati jalan raya di depan komplek, lalu belok kiri, sekitar seratusan meter […]
Nostalgia Bersama Penggembala Sapi
Masjid itu terletak persis di sudut jalan. berlantai dua, serta kubah yang bertengger di lantai tiga. Posisi mihrabnya sejajar dengan jalan yang membentang dari arah barat laut ke tenggara. Sisi kanan masjid langsung berhadapan dengan tebing, yang tingginya sejajar dengan langit-langit lantai dua. Bagian kiri dan belakang masjid adalah jalan yang berfungsi ganda sebagai halaman […]
Tragedi Sepatu Baru
Tulisan sebelumnya : Merantau ke Pekanbaru (31 Tamat) Setibanya aku dan Tuan Maia di kampung, aku terpaksa menginap di rumah keluarga istrinya, di Pintu Koto, perhentian terakhir oplet yang menambang dari Kamang Ilia ke Bukittinggi. Karena kami sampai di Pintu Koto hari sudah tengah malam. Dari perhentian oplet ke rumahnya kami berjalan kaki hanya beberapa menit. Besoknya […]
Merantau ke Pekan Baru (30)
Dikejar Bayang-bayang Ketakutan Hari masih pagi, anduang Ipah dan anduang Pidan sudah berangkat ketempat kerja masing-masing. Anduang Pidan ke kompeksi pakaian, disana dia bekerja sebagai tukang jahit. Anduang Ipah ke Sungai Siak, dekat jembatan ponton yang menghubungkan kota Pakanbaru dengan kota Rumbai. Jembatan yang selalu aku kagumi. Karena dia akan terbelah dua ditengahnya, ke masing-masing sisi […]
