Tarik Ulur Pemda dan Pengusaha, Bagaimana Nasib Meikarta?

 

Proyek raksasa Meikarta di Cikarang sungguh menuai polemik sejak awal perencanaannya. Terang saja, mulai dari kasak-kusuk tentang hegemoni asing di Indonesia, hingga izin pembangunan proyek pemukiman, sedang gencar dibicarakan publik. Lahan 600 hektar ini disebut-sebut baru memiliki Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) sebagai tindak lanjut adanya izin lokasi.

Hal itu diperkuat dengan penjelasan dari Eddy Nasution selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), bahwa pihaknya telah meminta Lippo Group untuk menghentikan pembangunan Meikarta sampai seluruh perizinan rampung. Berdasarkan pemantauan dari lokasi, saat ini pembangunan tersebut baru sebatas penanaman pohon, rumput, dan pengiriman alat konstruksi seperti crane dan sebagainya.

Mengacu kepada peraturan, setelah mendapatkan IPPT, seharusnya pihak Lippo menyampaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), mendapatkan Izin Lingkungan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), setelah itu baru bisa memulai proses pembangunan. Jika seluruhnya sudah terpenuhi, barulah pembangunan bisa dilakukan.

Belum cukup sampai di situ, muncul kehebohan baru karena Meikarta  telah menyelenggarakan Grand Launching sekaligus promosi pada 17 Agustus lalu, dengan mengadakan sistem booking fee sebesar 2 juta rupiah saja. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sempat menyayangkan tindakan Lippo yang tetap melangsungkan aktivitasnya meski belum mengantongi izin lengkap. “Harusnya pihak berwenang bisa menghentikan itu,” ujarnya kepada salah satu media.

Berbanding terbalik dengan kabar yang beredar, Danang Kemayan selaku Direktur PT Lippo Karawaci mengungkapkan bahwa tidak ada masalah dalam pembangunan, dan penuntasan perizinan proyek ke Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang diproses oleh pihak manajemen.

Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa aktivitas pemasaran yang dilakukan Lippo adalah sebuah hal yang wajar, yakni dengan terlebih dulu menjual konsep. Toh yang dibayarkan oleh pelanggan saat ini bukan berupa down payment atau uang muka, melainkan hanya booking fee, dan hal tersebut tidak memerlukan perizinan.

Sebagai masyarakat, pelik rasanya mengikuti perkembangan informasi Meikarta dari satu masalah ke masalah lain. Masalah yang ada seolah tak kunjung henti bermunculan. Jika kita telaah kembali, apakah benar Meikarta menyalahi aturan?  Lalu bagaimana dengan lahan sebesar 84,6 ha yang sudah mengantongi izin untuk membangun pemukiman seperti yang diberitakan oleh media? (http://www.tribunnews.com/bisnis/2017/08/22/meikarta-kantongi-izin-pembangunan-hunian-84-ha-dari-pemkab-bekasi) dan izin yang dikeluarkan pun blok per blok sesuai dengan blok-blok yang dipasarkan saat launching. (Baca juga https://kumparan.com/angga-sukmawijaya/bos-meikarta-klaim-sudah-kantongi-izin-dari-pemerintah)

Jadi, salahkah mereka melakukan promosi dengan menjual sebuah konsep? Atau… perlukah polemik ini terus digembar-gemborkan? Bukankah lebih baik kita menanti dan percaya terhadap pihak pembangun dan pemerintah, bahwa mereka akan menjalankan proses perizinan dengan cermat dan tepat hingga tuntas?

Kita tunggu saja bagaimana berakhirnya tarik ulur antara pemerintah, dalam hal ini Pemda Jawa Barat dengan pengembang Meikarta ini.  (adv)

Kalau Tidak Mau Repot, Jangan Bayar Tilang Anda Lewat Bank!

Tak seorang pun yang ingin kena tilang oleh polisi saat berkendara di jalan raya. Baik itu dalam razia gabungan, atau Anda kena tilang polisi karena sengaja atau tidak sengaja melakukan pelanggaran dalam mengendarai kendaraan Anda. Kenapa saya mengatakan sengaja atau tidak sengaja melakukan pelanggaran? Ya, bisa saja. Misalnya Anda tidak memakai helm, karena merasa perjalanan Anda tidak jauh dari rumah, tapi karena lagi apes akhirnya ketemu polisi ditangkap lalu di tilang. Atau karena ingin lebih cepat dan terlalu jauh bila harus memutar motor yang Anda kendarai, lalu potong kompas dengan melawan arah arus lalu lintas dan apes lagi, lalu ditangkap dan kena tilang. Kejadian yang tidak disengaja misalnya menerobos marka jalan, atau lupa menyalakan lampu sepeda motor Anda.

Slip Biru. Credit Foto: http://komunitascb150rsurabaya blogspot.co.id

Dalam melakukan tilang, polisi biasanya memberikan slip berwarna merah atau biru kepada si pengendara motor atau mobil yang melakukan pelanggaran. Slip merah sebagai tanda pengakuan kalau Anda bersalah, lalu membayar tilang melalui bank, setelah itu baru mengambil dokumen Anda dari polisi yang menilang, atau pos polisi yang berdekatan dengan tempat Anda ditilang polisi. Sementara slip biru adalah slip bagi Anda yang ingin ikut sidang di pengadilan dan membayar denda sesuai dengan keputusan pengadilan.

Saat memberikan slip biru ini, polisi yang menilang Anda akan menyuruh Anda untuk membayar denda lebih dulu di Bank yang ditunjuk yaitu bank BRI, sebelum mengikuti sidang sesuai dengan tanggal yang tertera di slip biru, dan biasanya sidangnya itu hari Jum’at di setiap minggunya. Karena belum tahu berapa denda yang akan Anda bayar sesuai dengan putusan hakim nantinya, maka polisi akan mencentang tarif denda tertinggi sesuai dengan kesalahan atau pelanggaran yang Anda lakukan. Seperti yang terlihat diberi lingkaran merah pada foto di atas, polisi mencentang angka Rp. 500.000.- Jadi kesalahan atau pelanggaran yang Anda lakukan menurut polisi yang menilang Anda nilai denda tilangnya berkisar sekitar antara 100 ribu hingga 500 ribu rupiah.

Bagi yang belum pernah kena tilang, apalagi yang sampai ke pengadilan. Maka dia akan buru-buru menuju bank BRI terdekat untuk membayar denda tilang sesuai dengan yang ditentukan oleh polisi. Tapi sebenarnya hal ini bisa Anda hindarkan demi untuk menghindarkan kerepotan yang akan Anda alami sesudahnya.

Bila Anda membayar uang titipan denda tilang ke bank, maka di saat Anda akan mengambil dokumen Anda nanti setelah putusan sidang sudah keluar, Anda akan disuruh ke bank tempat Anda menyetor uang titipan untuk mengambil sisa uang yang telah Anda setorkan dikurangi dengan denda yang diputuskan oleh pengadilan. Misalnya pengadilan memutuskan bahwa Anda kena denda Rp.200.000,- Maka berbekal bukti putusan pengadilan ini Anda mengambil sisa titipan uang yang jumlahnya 300 ribu rupiah. Setelah sisa uang titipan Anda terima berikut tanda terima yang dikeluarkan bank, Anda harus kembali lagi ke pengadilan mengambil dokumen Anda.

Hal ini tidak akan merepotkan bila seandainya Anda kena tilang tidak jauh dari lokasi pengadilan, dan bank tempat Anda menyetorkan titipan denda tilang juga berlokasi di area yang berdekatan. Tapi bagaimana kalau Anda kena tilang di Kalideres lalu juga menitipkan uang titipan denda di bank yang juga berada dekat TKP? Saat Anda akan mengambil dokumen Anda setelah putusan pengadilan keluar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat di Slipi, Anda akan disuruh ke Kalideres dulu dengan dibekali bukti putusan sidang untu mengambil sisa uang titipan Anda. Setelah itu kembali lagi ke pengadilan mengambil dokumen Anda berbekal bukti pengambilan sisa uang titipan Anda yang dikeluarkan oleh bank tempat Anda menitipkan uang denda. Berapa jam yang Anda butuhkan untuk bolak-balik dari pengadilan ke bank lalu balik lagi ke Pengadilan mengambil dokumen Anda?

Lalu apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindari kerepotan yang pasti menjengkelkan dang membuang waktu Anda yang berharga itu?

Sebenarnya Anda bisa menghindari kerepotan itu dengan langkah sederhana, yaitu: Jangan pergi ke bank dan menitipkan uang denda Anda di sana!

Sebaiknya Anda menunggu saja tanggal sidang yang ditulis polisi di slip tilang yang Anda terima. Begitu tanggal sidangnya tiba, berangkatlah ke Pengadilan Negeri yang lokasinya sesuai dengan wilayah hukum tempat Anda di tilang. Seperti kejadian di atas, Anda kena tilang di Kalideres, dan itu masuk wilayah hukum Jakarta Barat. Maka Anda tinggal pergi ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang berada di Slipi. Sampai di sana ambil nomor antrian, lalu tunggu saja nomor Anda dipanggil. Setelah dipanggil lalu bayar denda tilang Anda sesuai putusan pengadilan secara tunai, selesai! Tapi sebelumnya Anda harus menyiapkan uang pas, atau uang kecil agar tidak direpotkan lagi oleh urusan tukar menukar uang saat Anda membayar denda tilang dokumen Anda. Ingat yang mau bayar tilang itu banyak dan Antri. Jadi jangan gara-gara Anda tidak menyiapkan uang pas, yang ngantri di belakang Anda semakin panjang dan lama.

Sebuah aturan baru yang saat ini dijalankan dalam proses pengambilan dokumen tilang yaitu, pengambilan dokumen tilang saat ini tidak lagi melalui pengadilan, tapi telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri. Namun apakah kebijakan ini berlaku secara nasional atau baru DKI. Untuk wilayah Jakarta Barat Anda dapat mengambilnya di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, jalan Puri Kembangan, Jakarta Barat. Persis di seberang kantor Walikota Administrasi Jakarta Barat.

Malang, Rindu Untuk Mengunjungimu Lagi

Saya baru sekali berkunjung ke Malang, dan itu terjadi 14 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2003. Kunjungan itu juga terjadi tak sengaja. Berawal saat saya sedang mengunjungi adik sepupu saya di Surabaya, tepatnya di Sidoarjo. Untungnya, kisah lumpur Sidoarjo saat itu belum terjadi, sehingga kunjungan saya ke sana belum dibumbui dengan kisah lumpur yang telah menelan korban ribuan rumah, desa dan juga kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Saat saya berada di rumah adik sepupu di Sepanjang, Taman, Sidoarjo. Saya mendapat telpon dari teman yang mengetahui saya sedang berada di sana. Kebetulan teman tersebut juga sedang dinas ke Surabaya, tapi sedang bersiap menuju Malang, dan dia menawarkan apakah mau ikut ke Malang. Tanpa berpikir panjang lagi sayapun menerima ajakannya, kami pun janji ketemuan di stasiun Gubeng. Dari Sidoarjo saya naik angkot ke Stasiun Gubeng, dari Gubeng kami lalu naik taksi ke Terminal bus Purabaya atau sering juga disebut terminal Bungurasih. Dari Terminal Bungurasih kami naik bus ke Malang.

Sampai di Malang, yang pertama kami cari adalah hotel. Kami dapat hotel yang lokasinya tidak begitu jauh dari kantor Walikota Malang, tapi saya lupa nama hotelnya, maklum sudah 14 tahun. Karena harus bertemu dengan rekan bisnisnya, saya ditinggal di hotel sendirian. Sementara teman mengurus pekerjaannya. Sayangnya, kami hanya semalam di Malang. Karena teman saya dapat panggilan dari kantornya agar segera kembali ke Jakarta. Akhirnya kami berpisah di Malang, saya kembali ke Sidoarjo dan dia langsung pulang ke Jakarta.

Memperingati ulang tahun ke 40 pernikahan kami, saya terinspirasi untuk kembali mengunjungi Malang, ada semacam kerinduan untuk kembali ke sana, mengingat kedatangan saya kesana dulu hanya semalam dan tidak sempat kemana-mana, selain berjalan-jalan di area terdekat dengan hotel tempat kami menginap waktu itu dan sekadar lewat sejenak di depan kantor Walikota Malang. Sebenarnya kami tidak pernah memperingati ulang tahun pernikahan ini, karena memang tidak ada tradisi di keluarga kami untuk merayakannya. Tapi kali ini, rasanya ada semacam keinginan untuk merayakannya. Anggap sajalah ini adalah bulan madu atas pernikahan kami yang tak pernah kami rayakan waktu pernikahan kami dulu.

Paket hotel dan penerbangan Traveloka

Walau ulang tahun pernikahan itu masih lama, tapi saya mulai mencoba mencari alat transportasi maupun hotel tempat kami menginap disana nanti. Saya pun lalu mencari penerbangan dari Jakarta dan juga hotel di Malang. Pilihan pertama saya langsung mencarinya melalui Traveloka, sebuah perusahaan travel yang saat ini memang sedang berkembang pesat. Hal yang pertama saya cari adalah tiket pesawat, kalau mungkin paket promo. Namun saya dikejutkan dengan adanya tawaran penerbangan dan hotel dalam satu paket. Tanpa berpikir panjang lagi saya lalu melakukan pencarian paket yang cukup menarik tersebut. Benar saja, setelah melakukan pencarian, saya lalu disuguhi paket penerbangan dan hotel yang tergabung jadi satu, dan di sana juga langsung tertera adanya penghematan sebanyak 15 persen dibanding kalau saya membeli secara terpisah antara pesawat dan hotel. Sebuah ide cemerlang dan juga inovasi yang sudah pasti akan menjadi pilihan bagi para pengusaha dan tentu saja bagi mereka yang akan melakukan perjalanan wisata, atau bahkan mungkin juga untuk berbulan madu.

Hasil pencarian paket hotel dan penerbangan Traveloka

Banyak tempat untuk menjadi tujuan wisata saya di Malang, karena paket wisata Traveloka  begitu banyak menyajikan tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Salah satu tempat wisata yang juga sudah lama saya ingin kunjungi adalah kota Batu, yang juga terkenal dengan buah apelnya. Kalau di kampung dulu kami punya kebun jeruk, maka di Batu kami juga akan menikmati bagaimana suasana bermain di kebun apel, pasti seru juga. Dinginnya kota Batu, pasti akan sama juga dengan dinginnya kampung kami di Kamang, Bukittinggi.

Lepas dari Malang, saya juga punya keinginan ke Seminyak, Bali. Menikmati keindahan Bali yang sudah mendunia, dan juga mencoba menikmati keunikan Hotel Alila beserta fasilitasnya yang hebat dan lengkap. Ah, tidak sabar rasanya menunggu saat yang menyenangkan itu.

 

Disaat yang Tepat, CNI-Sun Chlorella Membantu Saya

 

Senin, 24 Juli 2017. Rajeg, Tangerang. Kepala terasa pusing saat membenahi barang-barang yang baru saja dipindahkan dari Kunciran. Ya, kami baru saja pindahan dari rumah sewa bulanan di Kunciran, ke rumah di daerah Rajeg, Tangerang.

Selasa. Akibat kena hujan gerimis kemarinnya, hari ini saya harus istirahat total di tempat tidur. Badan meriang, suhu tubuh tinggi mendekati 39° C, sudah pakai jaket, masih saja ditutup dengan selimut tebal. Setelah sempat tertidur begitu usai minum obat, saat terbangun badan basah oleh keringat. Walau suhu tubuhnya sudah mulai agak turun, tapi kepala rasanya mau pecah saking sakitnya. Ambil tablet obat sakit kepala yang terletak di bagian kepala tempat tidur, lalu langsung diminum dan didorong dengan bantuan air hangat, lalu tidur lagi!

Setelah bedrest selama tiga hari, hari Jumat tubuh saya mulai agak mendingan.Walau masih lemas, tapi saya tetap berjalan ke mesjid untuk melaksanakan shalat jumat. Si bungsu Rizqy yang saya harapkan untuk menjadi teman menuju masjid yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah, justru tidak bisa ikut. Alasannya pusing sambil tiduran di kasur, hingga akhirnya saya jalan sendiri menuju masjid.

Pulang dari masjid selesai jumatan, sampai di rumah, saya dapati Rizqy sudah mulai muntah-muntah, suhu badannya pun meninggi. Berselang hanya sekitar 15 menit, Rizqy muntah lagi, begitu seterusnya. Ibunya setiap sebentar ke kamar mandi membersihkan baskom tempat muntahan Rizqy. Sementara saya hanya bisa membantu memijit tubuh Rizqy saat dia muntah, karena kondisi saya juga belum pulih benar.

Setelah semalaman begadang, Sabtu pagi saya langsung memanggil Uber Car untuk membawa Rizqy ke rumah sakit Sumber Waras, rumah sakit langganan KJS kami sekeluarga. Sampai di RS, saat mau mengambil uang ke ATM untuk membayar mobil yang kami tumpangi, si pengemudi malah mengatakan, “Nanti saja pak, transfer saja. Nanti saya akan sms nomor rekening saya…! katanya sambil bersiap mengantar penumpang lain ke jalan Sudirman. Saat itu kami memang menaiki Uber Pool. Dimana sang pengemudi boleh menaikkan penumpang lain yang searah dengan penumpang sebelumnya, dalam hal ini, saya, Rizqy dan ibunya.

Kami langsung masuk ruang IGD RS Sumber Waras. Namun saat mendaftar dan menyerahkan kartu KJS, sang petugas pendaftaran menyuruh saya untuk minta surat rujukan ke Puskesmas. Tanpa berfikir panjang lagi, saya segera naik ojek menuju puskesmas Tomang yang terletak di jalan Pulo Macan. Sementara Rizqy bersama ibunya menunggu di rumah sakit. Begitu sampai di sana, saya mendapati gedung puskesmas tempat kami biasa berobat, sudah rata dengan tanah!

Saya lalu menanyakan kepada warga yang berada di sana, Puskesmasnya pindah ke mana. Lalu dikatakan kalau Puskesmasnya sudah pindah ke dekat kantor kelurahan baru, dekat jalan Mandala Selatan.

Karena sudah tahu lokasinya dan tidak begitu jauh dari jalan Pulo Macan, saya memutuskan berjalan kaki saja. Rupanya lokasi Puskesmas itu tidak berada di sekitar Kelurahan, tapi sekitar 300 meteran dari sana dan berada di jalan yang berbeda yang sebelumnya saya sempat lewati pertigaannya.

Dengan keringat yang sudah membasahi seluruh tubuh dan juga baju beserta lapisan dalam jaket yang saya pakai, saya menemukan Puskesmas yang saja tuju. Saya langsung masuk dan menuju meja pendaftaran. Kebetulan meja pendaftaran lagi kosong, sehingga saya bisa langsung berbicara kepada petugasnya, meminta surat rujukan ke rumah sakit. Suatu hal yang membuat saya tak bisa berkata apa-apa lagi adalah saat petugas berkata: “Puskesmas tidak bisa mengeluarkan surat rujukan ke rumah sakit pada hari Sabtu. Begitu peraturan yang dikeluarkan oleh BPJS. Kalau bapak ingin protes, silakan bapak protes ke BPJS!

Dengan kondisi phisik dan psikis yang sudah tidak karuan, saya tidak ingin berdebat dengan petugas Puskesmas tersebut. Capek, suhu tubuh yang juga mulai meningkat serta batuk yang juga sudah mulai intim mengikuti kemana pergi, saya hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada sang petugas, lalu dengan langkah gontai berjalan kaki menuju RS Sumber Waras. Dalam perjalanan menuju Sumber Waras yang berjarak sekitar setengah kilo itu, saya memikirkan langkah apa yang harus lakukan selanjutnya.

Begitu sampai di Sumber Waras, saya langsung menemui Rizqy dan ibunya. Lalu mengajak mereka pergi dari sana sambil memesan Uber Car lagi. Begitu Uber Car datang, kami tinggalkan rumah sakit tersebut. Dalam perjalanan menuju Petojo Utara tersebut, Rizqy sempat muntah dua kali. Dalam hati saya berdoa, semoga Allah memberi kekuatan kepada anak saya hingga sore nanti, saat saya akan melakukan langkah berikutnya untuk pengobatan sakitnya.

Kami sampai di Petojo utara. Turun dari Uber Car saya lalu menggendong Rizqy menuju rumah pamannya. Saya sudah memutuskan kami akan istirahat di sana hingga sore nanti. Sementara Nurul, putri tertua saya sudah menyarankan melalui telepon agar Rizqy dibawa ke klinik terdekat. Tapi saya tidak melaksanakan permintaannya, karena saya tahu bahwa yang dibutuhkan Rizqy saat ini adalah infus! Bila dibawa ke klinik paling hanya akan diberi obat-obatan, dan itu tidak akan ada gunanya, karena begitu diminumkan kepada Rizqy, hanya dalam waktu 5 menit bahkan kurang, obat itu akan dimuntahkan lagi. Yang saya harapkan saat ini hanyalah Rizqy tidak sampai mengalami dehidrasi, karena minimnya asupan makanan atau minuman yang mengaliri tubuhnya. Makanya setiap habis muntah, Rizqy selalu kami suruh minum. Walau beberapa saat kemudian minuman itu akan kembali dimuntahkannya. Saya tahu, saat ini saya sedang berjudi dengan waktu dan kekuatan Rizqy hingga sore nanti. Tapi hanya inilah satu-satunya jalan yang bisa saya lakukan, di saat kondisi kesehatan saya juga dalam bermasalah!

Lewat jam 5 sore saya memesan Uber Car lagi. Sambil mengirim sms kepada pengemudi Uber Car yang kami tumpangi tadi pagi, agar dia segera mengirimkan nomor rekeningnya, sehingga saya saya bisa segera membayar ongkos perjalanan kami dari Rajeg ke Sumber Waras.

Setelah Uber Car datang, kami segera menuju rumah sakit dengan tambahan bekal ransum dari keluarga pamannya Rizqy. Hanya berkisar 15 menit kami sampai di RS Sumber Waras lagi.

Saya menyuruh pengemudi Uber Car agar langsung menuju IGD. Begitu sampai kami disamperi petugas security yang kemudian segera mengambil kursi roda untuk membawa Rizqy ke ruang IGD. Setelah membayar Uber Car, saya langsung menyusul masuk ke ruang IGD. Saat sampai di dalam Rizqy masih di kursi roda, dan belum mendapatkan penanganan. Saya lalu menemui dokter jaga dan menjelaskan kondisi Rizqy. Dokter lalu melakukan pepemeriksaan setelah Rizqy di baringkan di salah satu tempat tidur.  Tak lama kemudian dokter lalu menyuruh perawat memasang infus.

Dengan terpasangnya infus, sayapun baru bisa merasa sedikit lega. Melihat tetesan cairan infus yang mengalir begitu cepat, saya juga yakin, bahwa kemungkinan Rizqy akan mengalami dehidrasi sudah mulai hilang. Benar saja, tidak sampai setengah jam, cairan infus Rizqy sudah kosong dan diganti dengan yang baru lagi. Saat diinfus, Rizqy masih sempat muntah dua kali. Namun memasuki infus kedua, dia sudah agak tenang. Suhu tubuhnya yang tadinya 39 derajat, sedikit demi sedikit mulai menurun. Setelah mendapatkan hasil lab atas pemeriksaan darah Rizqy, jam 3 dini hari, Rizqy dibawa ke kamar rawat inap di lantai 5.

Melihat kondisi Rizqy yang semakin membaik, pagi hari Minggu saya pergi ke Kota Bambu. Ke Studio Foto teman yang masih ada hubungan keluarga dengan istri saya. Saya sudah mendapat pemberitahuan ada sebuah kiriman untuk saya yang diantarkan oleh petugas TIKI ke sana. Setelah mengambil kiriman di studio saya lalu ke kamar kos yang berada di belakang studio. Setelah mandi dan berganti baju yang berulang kali basah oleh keringat kemarinnya, saya lalu membuka kiriman yang sudah saya tunggu-tunggu itu. Ada dua paket yang saya terima, pertama Hot Dark Chocolate dan CNI  Sun Chlorella tablet.

Kenapa saya begitu antusias menerima dua paket ini? Ini tak lain karena saat itu saya memang sangat membutuhkan keduanya. Kondisi phisik yang begitu drop setelah sakit dan belum juga sembuh, ditambah dengan kecapekan dan begadang semalaman saat mengurusi Rizqy ke rumah sakit. Kehadiran Hot Dark Chocolate ini sangat membantu saya menghangatkan tubuh saat pagi hari, juga saat begadang menunggui Rizqy di rumah sakit malam harinya. Begitu juga, kondisi phisik saya yang belum sepenuhnya sembuh, membutuhkan CNI Sun Chlorella untuk mengembalikan saya agar kembali pada kondisi normal.

CNI Sun Chlorella

Saya pertama kali mendengar nama produk CNI-Sun Chlorella ini di awal tahun tujuh puluhan, saat masih di Padang. Iklannya melalui radio maupun media luar ruang saat itu mulai terdengar gencar dan juga terpampang di papan reklame pinggir jalan. Saat itu siaran televisi masih belum begitu bisa dinikmati di Padang, kecuali hanya oleh orang-orang kaya. Itupun juga dalam tampilan siaran hitam putih, dan baru bisa dinikmati jam 5 sore. Tapi karena saat itu usia saya masih muda, saya merasakan belum membutuhkan suplemen makanan bergizi tinggi ini.

Menginjak Jakarta 1978, lalu mulai punya usaha sendiri. Seorang teman lalu mengajak saya untuk berbisnis, diantaranya mempromosikan produk CNI ini. Hanya saja karena saya tidak berbakat sebagai pedagang, apalagi menawarkan produk kepada calon konsumen, dengan halus saya menolaknya, dan meneruskan usaha saya sebagai fotografer. Namun teman lain yang juga ikut berbisnis sampingan sebagai tenaga pemasaran produk CNI ini, sempat memberi saya sampel produk untuk saya nikmati sendiri, dan alhamdulillah saya bisa merasakan khasiat dari produk yang saya konsumsi tersebut. Makanya saya begitu antusias saat menerima kiriman produk ini. Apalagi kedatangannya benar-benar disaat saya sangat membutuhkannya.

Pemulihan kesehatan dengan CNI-Sun Chlorella.

Setelah dirawat dua hari, akhirnya Senin sore Rizqy sudah di perbolehkan pulang dari Rumah Sakit Sumber Waras. Kepulangannya yang cepat ini, juga memberikan kesempatan bagi saya untuk recovery, istirahat penuh di rumah. Karena hari Jumat hingga Minggu saya harus hadir sebagai Juri di Olimpade TIK Nasional di aula gedung Kemendikbud, Senayan. Masa recovery atau pemulihan kesehatan saya ini, juga sangat terbantu oleh CNI-Sun Chlorella. Saya sengaja hanya mengkonsumsi tablet hijau tersebut hanya 5 butir perhari, disamping untuk berhemat hingga masa konsumsinya menjadi 6 hari, juga karena saya tidak ingin masa pemulihan saya berlangsung terlalu cepat, serta untuk menghindari efek samping bila CNI-Sun Chlorella ini mempunyai kontra indikasi dengan obat yang saya minum. Tapi syukurlah kecemasan saya itu tidak terbukti, sehingga saya tetap dapat merasakan manfaat dari khasiat CNI-Sun Chlorella ini.

Kehadiran produk ini, akhirnya memang benar-benar membantu saya tetap fit untuk aktif dan bisa hadir sebagai Juri bersama Ani Berta di Olimpiade TIK Nasional yang diadakan Komunitas Guru TIK yang dilangsungkan di Aula Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 4 hingga 6 Agustus lalu. Dimana Ani Berta hadir sebagai Juri Lomba Blog dan saya sebagai Juri lomba Fotografi.

Manfaat dan Kegunaan CNI-Sun Chlorella

  • Memenuhi kebutuhan gizi, sehingga meningkatkan kesehatan tubuh secara optimal.
  • Karena mengandung protein yang tinggi dan asam animo yang lengkap, CNI-Sun Chlorella baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Memperbaiki kerusakan sel dan jaringan tubuh
  • Meningkatkan fungsi pembuangan racun atau kotoran dari dalam tubuh (proses detoksifikasi).
  • Menormalkan tekanan darah.
  • CNI-Sun Chlorella memiliki zat besi dan klorofil dalam jumlah yang cukup banyak, sehigga mampu mencegah dan mengatasi anemia.
  • Tingginya klorofil, beta karoten pada CNI-Sun Chlorella membuatnya efektif untuk mencegah dan membantu pemulihan penderita tumor dan kanker.

Karena saya sudah merasakan bukti khasiatnya. Khususnya CNI-Sun Clorella, yang dengan mudah di dapatkan di https://www.geraicni.com/product  maka saya tak ragu juga menyarankannya juga untuk Anda.

 

Workshop Pembangkit Semangat Baru di Republika

Gedung Republika

 

8 tahun aktif sebagai blogger, saya sudah mengikuti berbagai kegiatan workshop atau pelatihan, yang bagi para blogger lebih familiar disebut sebagai Blogshop. Blogshop adalah ladang pencarian ilmu, maupun update tentang sesuatu yang baru di dunia internet yang berhubungan dengan sosial media, blog, dan sebagainya untuk pengembangan diri agar senantiasa dapat mengikuti perkembangan yang terjadi.

Hadirnya Republika sebagai media mainstream terjun dalam pelatihan blog, adalah sesuatu yang sudah lama saya rindukan. Sempat hadir dalam pikiran saya, kenapa Republika yang mempunyai ciri khas ini tidak ikut menghadirkan dan mengelola dunia blog untuk para pembacanya. Rupanya kerinduan saya itu terjawab saat Ani Berta men-share informasi tentang akan diadakannya Workshop untuk para blogger di group Indonesian Social Blogpreneur, Facebook,  dimana Ani Berta sendiri yang akan menjadi pemateri utamanya. Keikutsertaan saya dalam blogshop ini juga adalah untuk men-charge kembali semangat ngeblog saya yang belakangan ini agak mengendor, disamping aktifitas sehari-hari yang juga cukup menyita waktu, sehingga dua personal blog saya, https://diankelana.web.id/dan http://diankelanaphotography.com/ seakan jadi rumah tinggal yang tak terurus. 🙁

Minggu, 16/07/2017. Walau kondisi kurang begitu fit karena malamnya pulang dari Bekasi mengabadikan acara ulang tahun putri seorang teman, sampai di kost teman di Kota Bambu sudah mendekati jam 24.00. Paginya setelah sarapan di warteg dekat kost, saya langsung menuju Warung Buncit. Naik angkot ke Slipi, lalu disambung dengan busway. Sampai di Kuningan, transit busway yang menuju Ragunan. Sambil mengikuti perkembangan obrolan di group Messenger dan sempat menanyakan tempat turun halte busway yang berdekatan dengan Republika.

Saya agak cemas juga, kalau sampai saya terlambat dan acara sudah dimulai. Syukurlah, walau saya tiba sudah mendekati pukul 09.30, namun acara belum dimulai, karena masih ada peserta yang belum tiba. Panitiapun mengatakan acara akan dimulai tepat pukul 10.00, alhamdulillah.

Saat acara dimulai dan Ani Berta tampil di depan dengan presentasinya, saya mengikuti dengan serius sambil merekam dengan hp. Walau materinya telah saya kuasai, karena materi yang sama juga pernah saya pakai saat saya dipercaya oleh Indosat sebagai pelatih blog untuk para guru, di 6 kota Bodetabek 4 tahun lalu. Namun tentu saja penampilan Ani Berta lebih profesional dibanding apa yang saya tampilkan dulu. Suatu hal yang harus saya pelajari dari Ani sebagai blogger yang lebih senior dari saya, dan juga dengan pengalamannya yang segudang.

 

Ani Berta, saat menyampaikan materi Blogshop

Blog, Dunia Baru Bagi Para Penulis.

Saya terjun pertama kali sebagai penulis tahun 1970, saat berusia 15 tahun. Itu juga karena saya magang di sebuah surat kabar harian di Padang, yaitu Harian Haluan. Tulisan saya saat itu bukanlah sebuah artikel opini, melainkan sebuah reportase pertandingan sepakbola antar 3 Nagari (kelurahan) di kampung saya Kamang Hilir. Reportase yang hanya satu kolom surat kabar yang lebarnya hanya 6 cm itu dan terdiri 12 baris, telah membuat saya bahagia luar biasa. Bagaimana tidak, gara-gara saat saya pulang kampung ada teman yang menyebut saya seorang wartawan! Wow, tidak terbayangkan bagaimana kembang kempisnya lubang hidung saya saat itu. 🙂 Bayangan seorang wartawan dengan kamera di tangan, mesin tik dan sebuah sepeda telah menari-nari di ruang mata. Huh, lebay…

1. Semua orang punya sejarah

Bagi mereka yang suka menulis diary, yang dulu berupa sebuah buku yang halamannya wangi, dengan ilustrasi grafis berupa bunga dan juga pakai gembok, lalu disimpan di tempat yang khusus, sehingga tidak seorangpun boleh tahu.

Apa yang tertulis di buku diary itulah sejarah penulisnya. Semua kegembiraan dan kesedihan, bahagia serta derita, cinta dan benci, menjadi satu dalam sebuah buku yang hanya pemiliknya yang tahu. Hingga pada suatu saat nanti sang pemilik membukanya dihadapan seseorang yang dia percayai untuk membacanya. Atau hanya kematian yang memisahkan dirinya dengan sang diary.

Dengan berjalannya waktu dan peralatan komunikasi semakin canggih, diary kini telah berubah bentuk, menjadi sebuah tulisan yang bisa dilihat semua orang. Di dunia maya yang bernama internet, dan wadahnya berupa blog. Diary kini tak lagi hanya dibaca oleh sang pemilik sejarah, namun bisa dinikmati oleh siapapun yang singgah ke blog yang bersangkutan. Semua yang dirasakan dan dituliskan, tidak lagi untuk dinikmati sendiri, tapi dibagi dengan siapa saja. Tak adalagi kegembiraan dan kesedihan yang dipendam sendiri, tiada bahagia dan derita yang ditanggung sendiri, begitupun cinta dan benci. Diungkap dihadapan para pembaca. Itulah kehebatan blog dan dunia maya yang lebih akrab disebut dengan media sosial, tempat saling berbagi dan berintegrasi tanpa dibatasi dinding dan waktu.

2. Berkembangnya Wawasan

Dari dunia yang penampilannya hanya selebar monitor pc atau laptop, bahkan lebih kecil lagi pada sebuah gadget atau smartphone. Banyak Ilmu bisa dipelajari secara mandiri, sehingga berujung pada ilmu yang semakin meningkat dan wawasan yang semakin berkembang luas. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.

3. Tersalurnya Hobi Menulis

Bagi mereka yang punya hobi menulis, blog adalah wadah yang paling besar manfaatnya. Apapun inspirasi yang berkelebat di kepala atau yang dirasa di hati, blog akan menampung semuanya tanpa bertanya untuk apa dan mengapa.

4. Curhat

Tidak semua orang dapat menyimpan dan menyembunyikan perasaan di dalam hati. Apapun yang dilakukan, dunia terasa sempit. Lagi-lagi blog akan menampung semua curhat, apapun yang dirasakan, semua akan terekam dengan baik di dalam blog. Setelah semua rasa di ungkapkan,  hati akan tenang, lega dan dunia akan kembali terasa lapang. Lalu interaksi dengan para pembaca yang terhimpun dalam kolom komentar, akan membuat suasana hati akan semakin tenteram.

5. Bahan Penulisan Buku

Bagi mereka yang kreatif, blog akan menjadi tabungan tulisan. Hingga suatu saat nanti kumpulan tulisan itu akan menjelma menjadi sebuah buku yang bercerita tentang apa saja. Seperti yang sudah saya buktikan sendiri dengan terbitnya novel saya berjudul “Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI”. Itu adalah kumpulan artikel saya di Kompasiana. Sebuah sejarah dan kisah tentang kehidupan saya di masa kecil.

6. Reportase.

Sebuah peristiwa yang terjadi di depan mata, adalah sumber inspirasi bagi mereka yang punya kepekaan dan jiwa kewartawanan. Sebuah reportase aktual pada sebuah peristiwa, akan mendapat perhatian khusus dari pembaca, dibaca banyak orang, lalu viral, dan sang penulispun akan ikut dapat bagian jadi terkenal.

7. Kampanye

Di zaman internet belum ada, saat pemilu adalah saat kampanye lapangan mengumpulkan ribuan orang. Kini dunia maya telah mengambil peran itu dengan ebih efektif. Kampanye dengan segala macam triknya, kini menguasai dunia maya. Blog pun dapat berperan aktif sebagai buzzer, menyuarakan program mereka yang kita dukung.

Manfaat apa yang kita dapatkan dari ngeblog?

1. Jadi Motivator

Punya kemampuan dan pengalaman memotivasi orang? Dengan blog pun kita melakukan hal tersebut. Banyak orang tidak tahu harus berbuat apa dalam menjalani hidupnya. Apakah itu dalam keluarga, bermasyarakat, berbisnis maupun bekerja. Ini adalah ladangnya para motivator untuk membukakan pintu hati maupun pikiran para pembacanya. Kalimat penuh inspirasi maupun motivasi, akan membangkitkan semangat para pembacanya dalam menghadapi tantangan hidup yang mereka hadapi.

2. Personal Branding.

Bila Anda punya kemampuan atau keahlian khusus dalam kehidupan sehari-hari, lalu menuliskannya di dalam blog. Maka kumpulan tulisan Anda yang tentang hal yang Anda kuasai itu akan menjadi personal branding Anda. Bila orang menyebut sesuatu yang berhubungan dengan keahlian yang Anda kuasai, nama Anda ada dibarisan paling atas yang akan mereka tuliskan untuk dimintakan bantuannya.

3. Menambah Ilmu

Seorang penulis itu juga harus seorang pembaca, sebagai modal baginya untuk memperluas jangkauan tulisan dan wawasan keilmuannya agar tidak membosankan pembaca. Maka seorang blogger itu juga akan senantiasa bertambah ilmunya dengan semakin banyaknya dia membaca.

4. Menambah Teman Baru

Kehidupan dalam dunia blog, tidak dapat dipisahkan dari media sosial lainnya. Kita tidak bisa hanya mengandalkan blog sebagai satu-satunya jalan dalam berinteraksi dengan orang lain. Maka aktifitas di media sosial lainnya seperti FB, Instagram, Twitter dan yang lainnya akan semakin mempermudah hadirnya teman-teman baru. Apalagi kalau kita bergabung dalam sebuah komunitas yang sama-sama aktif di media sosial.

5. Menambah Followers

Hadirnya teman baru, juga membuka kesempatan bagi kita bertambahnya follower, dan juga sama-sama saling mengikuti. Banyaknya follower akan semakin memudahkan kita dalam bernegosiasi dengan brand yang akan memanfaatkan jasa blog kita. Atau bila sebuah brand akan mencari partner kerjasama, maka mereka juga akan melihat berapa jumlah follower Anda, agar kampanye produk mereka tepat sasaran dan dilihat banyak orang. Seperti pada blogshop ini, bila semua peserta saling memfollow, maka hanya dalam satu hari follower kita akan bertambah sebanyak 60 orang.

6. Pekerjaan Sampingan

Bagi mereka yang sudah punya pekerjaan tetap, blog juga bisa dipakai sebagai pekerjaan sampingan yang menghasilkan uang tambahan, sebagai buzzer atau kerjasama penempatan artikel advertorial atau review sebuah produk di blog yang Anda punyai.

7. Penambah Penghasilan

Bagi mereka yang bekerja, tapi punya penghasilan pas-pasan, blog juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk menambah penghasilan, sebagaimana mereka yang menjadikan blog sebagai pekerjaan sampingan

8. Media Promosi Produk Sendiri

Punya produk sendiri? Blog adalah sarana yang baik untuk berpromosi untuk menjangkau calon pembeli yag jauh dari kita. Bisnis online adalah sarana pemasaran yang kini diminati banyak orang, yang berawal dari sebuah blog pribadi

9. Peluang

Peluang lain yang dapat dijalani oleh seorang blogger diluar menulis di blog pribadi, misalnya adalah menjadi copy writer, content writer dan buzzer untuk Twitter dan Instagram.

 

 

Tuntas sudah acara Workshop bersama Republika dan Ani Berta. Menjelang pukul 15.00 saya meninggalkan tempat, namun sebelumnya sempat foto bersama dengan Pemred Republika, Irfan Junaidi. Seperti yang saya harapkan, acara yang saya ikuti pagi hingga siang tersebut, berhasil membangkitkan lagi semangat ngeblog saya.

19/07/2017