Hujan dan Banjir, Akhirnya Membatalkan Perjalanan Kami

Banjir menutupi jalanan di komplek Pondok Ungu Permai, Sektor 5, Bekasi.

Senin 5/2 kemarin saya dan kakak berencana mau ke Mojokerto, menemui keponakan beserta keluarganya yang berada di sana, sekalian untuk mencoba pengobatan kakak yang terkena stroke ringan dua tahun lalu, secara tradisional. Tiket kereta yang sudah dibelikan jauh hari oleh keponakan di sini sudah oke, tinggal print di Stasiun Senen. Karena rumah kami berjauhan, maka saya harus datang ke rumahnya di Pondok Ungu Permai, Bekasi,  Minggu sore dan nginap agar kami bisa bareng naik taksi online dari sana menuju Stasiun Senen.

Minggu malam Senin hujan turun cukup deras dan berulang kali, hingga jalanan di seputar Sektor 5 dan sekitarnya terendam air cukup dalam. Habis shalat subuh di masjid yang halamannya juga terendam air hingga mata kaki, kami berbenah. Jam 6, saya dan kakak sudah rapi dan siap berangkat. Teman kakak si pemilik taksi online, juga sudah dihubungi dan siap datang untuk mengantar kami.

Saat menunggu taksi datang, hujan turun lagi lumayan lebat. Saya yang mengalami macetnya jalan antara Pulo Gadung hingga Ujung Menteng karena adanya perombakan jalan raya Bekasi kemarin sore, sudah merasa gelisah. Sambil memperkirakan perjalanan dari rumah kakak ke Stasiun Senen akan memakan waktu sekitar 3 jam.

Lewat jam 7, taksi belum datang. Tak lama kemudian handphone kakak berdering, rupanya dari pengemudi taksi. Selesai menelpon kakak mengatakan taksi tidak bisa masuk, karena genangan air di perempatan Marrakash tidak bisa dilewati. Kami sudah pasrah, tak mungkin lagi mencari taksi lain, kalaupun dapat, melihat kondisi banjir dan membayangkan kemacetan yang akan kami hadapi, tidak mungkin akan sampai di Stasiun Senen kurang dari 3 jam!

Dalam suasana tidak menentu tersebut, keponakan laki bilang: “Kita coba saja naik kereta ke Senen, paling juga satu jam” katanya. “Kita cari saja lagi GrabCar buat ke stasiun Bekasi…” dia melanjutkan. Saya lalu membuka aplikasi Uber, mudah-mudahan ada yang mau ambil order dan bisa masuk. Agar pengemudi lebih mudah menemui kami, kami lalu berjalan menuju jalan lingkar komplek tempat kendaraan umum lebih mudah ditemui. Sementara ponakan memesan GrabCar. Tidak berapa lama ada Uber Car yang mengambil order, melalui chat pengemudi menanyakan posisi kami, setelah saya beritahu kami disuruh menunggu, dari peta yang terdapat di aplikasi terlihat posisinya cukup jauh, tertera perkiraan waktu kedatangan 24 menit. Mengingat lamanya waktu tunggu, timbul keinginan untuk membatalkan order dan membuat order baru, tapi sebaliknya juga ada keraguan kalau nanti bikin order baru akan memakan waktu lebih lama lagi.

Dalam masa keraguan tersebut pengemudi taksi mengirim chat lagi. “Cancel saja ordernya, bu! Banjir di sini macet, saya tidak bisa bergerak…”

“Ok, silakan mas batalkan…” jawab saya lemas.

Setelah dia membatalkan order, rupanya ada UberX lain yang masuk, semangat saya timbul lagi. Apalagi yang ini lebih dekat, seperti yang diperlihatkan di aplikasi, hanya sekitar 7 menit waktu tempuh. Saya melihat jam, pukul 7.35.

Baru saja saya menarik nafas lega, pengemudi UberX ini mengirim chat kalau dia juga kejebak banjir dan menyuruh saya membatalkan order. Dengan perasaan kesal saya lalu menyuruh dia yang membatalkan order, tapi dia bersikukuh kalau saya yang harus membatalkan. Saya tahu ini trik dia, bila dia yang membatalkan, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Tapi kalau saya yang membatalkan, dia akan tetap mendapatkan keuntungan, justru saya yang akan kena pinalti karena waktu pemesanan sudah lebih dari 5 menit. Karena dia ngotot menyuruh saya yang harus membatalkan order, kesal HP lalu saya matikan. Keponakan yang tadi juga memesan GrabCar, akhirnya juga mengatakan kalau GrabCar yang dia pesan juga tidak berani masuk ke tempat kami menunggu, dengan alasan yang sama, macet dan banjir.

 

Tiket Kereta Api yang akhirnya hangus karena tidak terpakai

 

Karena sudah lewat jam delapan, dan tidak ada lagi harapan untuk bisa mendapatkan kendaraan untuk berangkat ke stasiun, kami kembali ke rumah. Rencana keberangkatan ke Mojokerto terpaksa dibatalkan, 2 tiket Kereta Gaya Baru dibiarkan hangus. Rencana untuk pergi berobatpun tertunda.

Sudah pasti batal berangkat, sayapun bersiap kembali pulang ke Tangerang. Walau hujan tak lagi turun saya tetap belum bisa langsung berangkat, karena jalanan masih tertutup banjir. Sehabis shalat zuhur dan makan siang, saya meninggalkan rumah kakak. Alhamdulillah jalanan sudah kering, hanya genangan kecil di beberapa tempat.

 

 

Mari Belajar Dasar Photoshop

 

Dua minggu lalu saat sedang berselancar di Facebook, saya melihat update status di group Kelas Blogger. Sebuah pengumuman tentang dibukanya  Kelas Blogger yang ke 19 dengan topik belajar Photoshop. Setelah membaca secara lengkap, saya lalu mendaftarkan diri melalui link Googledoc yang telah disediakan. Tapi saya sendiri tidak begitu yakin apakah saya akan diterima sebagai peserta atau tidak, soalnya saat mengirim form pendaftaran online itu saya mendapat pesan yang isinya menyatakan ada sedikit kesalahan dalam registrasi, tapi karena saya sedang buru-buru hal itu saya abaikan dan pasrah apakah saya diterima atau tidak.

Alhamdulillah saat diumumkannya nama peserta kelas blogger ke 19 itu nama saya ikut tercantum, sayapun segera meng-capture pemberitahuan tersebut dan juga mencatatnya di agenda saya.

Minggu 21/01 jam 7 lewat 5 menit dengan Uber saya berangkat dari Kota Bambu. Meluncur melewati jalan layang Jati Baru yang melintas di atas stasiun Tanah Abang lalu melewati perempatan Jembatan Serong dan beberapa saat kemudian belok kanan masuk jalan Fachrudin. Di depan pasar Blok A tanah Abang belok kiri masuk terowongan jalan Fachrudin dan nyembul di jalan KH Mas Mansyur depan rumah susun Tanah Abang. Menelusuri jalanan yang masih sepi ojeg meluncur melewati Karet dan berakhir di perapatan jalan Satrio dan jalan Rasuna Said.

Saya lalu turun dari Uber lalu melihat argo di handphone pengemudinya, tercantum Rp.6000 lumayan dapat diskon Rp.5000. Saya mengulurkan uang lebaran sepuluh ribu, lalu segera berjalan menuju jembatan penyeberangan di depan gedung Departemen Kesehatan sambil diiringi ucapan terimakasih pengemudi Uber.

Turun dari jembatan penyeberangan yang juga merupakan halte busway Departemen Kesehatan, saya berjalan menuju gedung Menara Palma, setelah sebelumnya bertanya kepada seorang petugas security gedung yang berada persis dekat jembatan penyeberangan.

“Bapak terus ke samping setelah itu belok kanan lalu lurus ke gedung parkir belakang, nanti ketemu lift naik ke lantai 11…” kata petugas security Menara Palma sewaktu saya menanyakan lokasi Playground Kaskus.

Keluar lift lantai 11 saya belok kanan lalu masuk koridor beraneka warna, sepi, tak ada seorangpun! Saya melihat jam yang menunjukkan pukul 7.45. “Apakah saya datang terlalu cepat? Tanya dalam hati. Lalu saya memanfaatkan waktu sejenak untuk selfie untuk di unggah di FB dan IG.

Selagi asyik selfie saya lalu mendengar suara pintu terbuka dan melihat seorang keluar ruangan, setelah saling lihat rupanya Raja, teman yang dulu sering ketemu di acara Kompasiana, karena dia saat itu salah seorang admin Kompasiana. “Kok masih sepi?” saya bertanya pada Raja. “Di lantai 10, pak!” katanya sambil mendahului saya turun melewati tangga.

Benar saja, di ujung tangga sebelah bawah saya melihat para teman dari Kaskus sudah pada sibuk mempersiapkan acara. Kenapa saya menebak mereka semua dari Kaskus, karena tak seorangpun diantara mereka yang saya kenal selain Raja! Hehe, dasar kakek kurang gaul… 😊

Setelah para peserta lain berdatangan dan melakukan registrasi ulang, kami masuk ke auditorium Playground Kaskus yang panggung audiensnya dibangun bertingkat setengah lingkaran, menghadap ke panggung utama yang di belakangnya terbentang layar infocus dengan gambar pemandangan laut.

Acara Kelas Blogger ke 19 ini membahas tentang melakukan editing foto dengan aplikasi pengolah gambar Photoshop, yang di sampaikan oleh Hafiez Agam. Dalam presentasinya Hafiez mengulas materi bagaimana melakukan menambah dan menguragi pencahayaan pada sebuah foto, serta melakukan penambahan warna tertentu, kontras, resize, cropping dan kolase atau menggabungkan beberapa foto, serta melakukan masking sebuah foto dengan memanfaatkan tools yang ada di beranda photoshop.

Ada sedikit kendala di awal presentasi, karena laptop yang dikendalikan operator kurang singkron dengan topik yang tengah dibicarakan. Setelah laptop dipindahkan ke tengah panggung sehingga Hafiez bisa secara interaktif menangani presentasi, serta memperlihatkan secara langsung di laptop langkah-langkah proses editing yang disampaikannya, baru praktek pengolahan foto yang juga secara bersamaan diikuti oleh peserta, berjalan lancar.

Praktek Edit Foto

Brightness/Contrast

Fasilitas Brightness dan Contrast dimanfaatkan untuk mengedit foto yang kurang cerah dan juga kurang kontras. Sepert terlihat pada foto sebelah atas adalah foto asli yang belum diedit, terlihat wajah sang pengantin agak gelap. Pada foto bawah sebelah kiri saya lalu mengeditnya dengan menaikkan pencahayaan pada posisi 80, terlihat kecerahan foto bertambah, tapi kekontrasannya masih kurang. Pada foto kanan saya lalu menaikkan kontras foto tersebut juga pada posisi 80, terlihat disini kontras fotonya sudah terlihat semakin nyata antara gelap dan terangnya.

Posisi 80 pada Brightness dan Contrast foto ini bukanlah patokan, karena bagus tidaknya foto sebenarnya tergantung selera masing-masing, saya mematok angka 80 ini agar cerah dan kontrasnya terlihat lebih nyata sebagai bahan praktek.

 

Curva

 

Pada kedua foto atas dan bawah ini kita bisa melihat perubahan yang terjadi pada foto yang kita edit. Foto atas  dengan curva yang ditarik ke atas pencahayaannya lebih lebih terang  dan foto bawah yang lebih gelap saat curvanya ditarik ke bawah.

Curva bisa juga di artikan sebagai fasilitas untuk menambah terang atau gelapnya sebuah foto. Dengan mengetikkan shortcut Ctrl+M di keyboard, maka kotak dialog curva akan tampil. Untuk mengubah terang atau gelapnya foto yang sedang kita edit,  cukup cukup mengarahkan pointer mouse ke curva diagonal yang berada di tengah kotak dialog, lalu menarik garis tersebut keatas untuk membuat foto lebih terang, atau menariknya kebawah untuk mengurangi pencahayaan yang ada pada foto. Saat kita menarik curva tersebut dua nilai output dan input akan tertera secara otomatis di sudut kiri bawah kotak dialog. kedua nilai ini boleh kita catat untuk mengedit foto lain dengan kondisi yang sama. Sehingga antara foto yang satu dengan yang lainnya pencahayaannya akan sama. Tapi kalau untuk foto tunggal, pencatatan nilai output dan input ini mungkin tidak terlalu perlu. Berapa pencahayaan yang kita inginkan pada foto yang kita edit, cukup dengan memainkan mouse pada curva diagonal kotak dialognya .

 

Color Balance

Tidak selamanya kita akan menemui cahaya yang bagus pada saat melakukan pemotretan, sehingga saat foto yang kita ambil itu tidak memperlihatkan hasil yang kita inginkan sewaktu ditampilkan di monitor atau dicetak. Untuk memperbaiki hal tersebut kita dapat memanfaatkan fasilitas Color Balance. Dengan mengetikkan Ctrl.+B, kotak dialog Control Balance akan tampil. Terdapat tiga color bar di sana, pada ujung kanan masing-masing slider Color Bar terdapat tulisan Red, Green, Blue. Sementara pada ujung kirinya terdapat tulisan Cyan, Magenta, Yellow. Untuk mendapatkan keseimbangan warna yang pas pada foto yang ditampilkan, kita cukup mengeser slider yang terdapat pada masing-masing warna.

Karena saat melakukan editing foto ini kita bekerja dengan setingan warna RGB, maka kita akan memakai sisi kanan untuk melakukan perubahan warna. Sebagaimana pada contoh foto di atas, terlihat pada foto kiri warna merah atau R ditambahkan 50 persen sementara hijau (G) dan Biru (B) tetap pada posisi 0, begitu juga foto di tengah yang ditambahkan adalah warna hijau dan sebelah kanan yang ditambahkan warna biru. Kita dapat mengkombinasikan penambahan warna ini untuk mendapatkan warna yang kita inginkan

 

Cropping 

Dalam satu pemotretan tidak selamanya kita juga mendapatkan komposisi atau frame yang pas, atau bisa juga karena subyek fotonya terlalu luas, sehingga foto kita terlihat terlalu ramai oleh hal-hal yang sebenarnya justru merusak keindahan foto yag kita hasilkan, atau kita membutuhkan foto dengan ukuran khusus yang tidak sempat diabadikan saat pemotretan. Agar komposisinya pas dan enak untuk dilihat, maka kita adakalanya kita perlu memotong foto tersebut agar ukuran dan komposisinya sesuai dengan yang kita inginkan. Untuk melakukan hal tersebut, maka perkakas atau tools yang akan kita pakai adalah Crop Tool yang terdapat pada kumpulan tool yang ada di sebelah kiri layar.

Dengan mengetik huruf C pada keyboard atau mengklik Crop tool pada layar, maka pointer kita akan berubah menjadi kotak persegi empat yang mempunyai ujung pada sudut kiri atas dan kanan bawah. bila kita melakukan klik dan menyeret mouse pada foto, maka akan terlihat kotak persegi sesuai pada foto yang bentuknya bisa bujur sangkar atau persegi panjang. Seperti pada foto di atas, saya mengcrop hanya sekitar pengantin, bidang yang akan dipotong ini masih bisa diperbesar atau diperkecil sesuai kebutuhan. Setelah dirasa cukup lalu tekan enter, maka foto tersebut akan terpotong sebagaimana foto yang sebelah bawah.

 

Collage

Collage atau kolase adalah proses editing foto yang menempatkan beberapa foto dalam satu frame.  Pada era sebelum menjamurnya foto digital, kolase foto dilakukan dengan memotong foto dengan berbagai ukuran dan bentuk variasinya, lalu di tempel menyatu dalam satu album berukuran besar. Sekarang proses penggabungan foto itu dilakukan dengan komputer yang telah diinstall aplikasi pengolah foto seperti Photoshop seperti yang kita pelajari saat ini.

Pada foto diatas saya mengedit 2 lembar foto yang di tengah dan sebelah kanan, lalu menggabungkannya dengan foto yang sebelah kiri yang masih utuh. Ini adalah cara penggabungan sederhana dalam foto kolase, karena saya hanya menghapus latar belakang dari kedua foto tengah dan kanan yang saya edit tersebut.

 

Masking

Mask atau menutup sebagian dari foto untuk menonjolkan bagian yang lain dapat dilakukan dengan mengaktifkan feature mask yang berada dibawah box Layer, namun sebelumnya kita harus membuka gembok background dengan melakukan doublek klik dan mengklik OK pada kotak dialog yang muncul di tengah layar. Selanjutnya kita dapat memilih tool yang berada di icon “creat new fill and adjusment layers” di samping kanan icon Mask. Pada praktik ini seperti yang terlihat pada foto di bawah, saya memakai Level dengan menurunkan pencahayaan latar belakang foto di sekitar pengantin agar lebih gelap, sehingga penampilan pengantinnya lebih menonjol, sementara pengantinnya tetap dengan pencahayaan normal

 

Selective Color

Fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki warna foto kita adalah menu Selective Color. Pada menu ini kita bisa lebih detil memperbaiki atau menonjolkan warna-warna tertentu agar penampilan foto kita lebih bagus lagi. Kita bisa mengubah warna merah dengan mengkombinasikannya dengan mengatur slider warna Cyan, Magenta, Yellow dan Balck yang berada di bawahnya. Hal ini juga bisa kita lakukan untuk warna yang lain dengan mengklik panah kecil di group Color.

Content Creator Kaskus

Acara selanjutnya setelah pelajaran mengolah foto diisi dengan presentasi dari Kaskus. Dalam hal ini Kaskus menyampaikan bahwa mereka membuka kesempatan kepada para peserta yang hadir saat itu untuk ikut menjadi member Kaskus Creator.  Kaskus memberi julukan kepada para member mereka yang aktif bekontribusi melalui tulisan mereka sebagai Kaskus Creator. Bersama teman peserta yang lain, sayapun melakukan registrasi akun baru dan juga mendaftar sebagai Content Creator Kaskus. Sayangnya karena keterbataasan waktu, dan juga harus menunggu approve admin Kaskus atas registrasi sebagai Content Creator, kami tidak bisa langsung membuat threat di Kaskus.

Setelah mendapat email dari Kaskus kalau akun saya sudah aktif, dan pendaftaran sebagai Content Creator sudah disetujui, dengan semangat tinggi saya pun mulai menulis artikel. Selesai menulis langsung dikirim. Setelah menunggu beberapa menit bahkan kemudian lebih satu jam, saya mulai bertanya-tanya dalam hati: “kok belum tayang?” Akhirnya capek menunggu sayapun mematikan laptop, karena ada urusan lain yang harus saya selesaikan.  Karena sedikit kecewa karena gagal posting, saya tidak lagi singgah ke Kaskus.

Dua hari kemudian saat melihat email saya melihat ada email yang berisi undangan dari Kaskus untuk mengikuti Kopdar Content Creator  Vol.5. Dengan perasaan malas dan ogah-ogahan saya lalu masuk ke Kaskus, rupanya ada pemberitahuan kalau artikel saya sudah tayang. Semangatnya timbul lagi, lalu masuk ke akun dan melihat artikel saya memang sudah tayang. Rupanya setiap artikel yang masuk harus melewati moderasi lebih dahulu sebelum tayang.  Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama, karena dua hari kemudian artikel itu menghilang lagi dari peredaran dan kembali ke draft.

Ah, rupanya banyak cobaan yang harus dilewati oleh seorang newbie di Kaskus. 🙂

Berkunjung ke Bukit Bintang, Destinasi Favorit untuk Bersantai di Malam Hari

 

Sebagai sebuah daerah tujuan wisata, Yogyakarta selalu punya banyak cerita untuk dikisahkan dan banyak tempat untuk ditelusuri dan dinikmati. Salah satu diantaranya adalah jika Anda pernah melewati jalur Yogyakarta-Wonosari, tentu juga pernah melihat sebuah lokasi yang cukup ramai di km 16. Berada di perbatasan wilayah Bantul dan Gunungkidul, tempat yang akrab disebut Bukit Bintang ini memang menjadi favorit anak-anak muda untuk nongkrong.

Dari pusat kota, letaknya cukup jauh. Anda harus berkendara sekitar 30 menit untuk mencapainya. Bukan hanya jarak, tantangan lain yang dihadapi pengendara motor maupun mobil adalah kondisi jalan yang menanjak dan berkelok-kelok. Jalur ini pun terbilang cukup ramai karena merupakan penghubung dari kota ke Kabupaten Gunungkidul maupun sebaliknya.

 

Istimewanya Bukit Bintang

Foto : naradatour.com

 

Keistimewaan Bukit Bintang akan mulai terasa menjelang sore hingga malam hari. Pada saat itu, langit terlihat lebih eksotis karena semburat warna jingga, khususnya pada saat cuaca sedang cerah. Semakin malam, suasana pun akan semakin menarik. Cahaya lampu dari rumah-rumah penduduk serta kendaraan yang berlalu-lalang di kejauhan terlihat seperti kunang-kunang.

Di sekitar tempat ini, ada banyak pondok lesehan dengan dinding-dinding pendek. Dengan demikian, para pengunjung pun lebih leluasa menikmati pemandangan sekitar tanpa halangan. Selain pemandangan dan udaranya yang sejuk, Anda pun dapat menghangatkan diri dan mengisi perut dengan memesan jagung bakar atau mie instan.

 

Aktivitas Menarik di Bukit Bintang

Bukit Bintang merupakan lokasi yang sangat strategis untuk menikmati panorama alam Jogja dari ketinggian. Kawasan ini biasanya ramai pada malam hari. Nah, bagi Anda yang ingin mengisi waktu dengan bersantai sambil mengobrol dengan teman maupun anggota keluarga, datang saja ke Bukit Bintang.

Hal lain yang bisa Anda lakukan ketika berkunjung ke Bukit Bintang adalah menikmati lezatnya jagung bakar yang masih hangat. Di tengah suhu udara yang dingin, jagung bakar adalah solusi terbaik untuk mengisi perut. Selain itu, Anda juga bisa berburu foto pada malam hari. Lansekap yang luas di depan mata tersebut sangat menarik dijadikan sebagai latar foto selfie atau wefie.

 

Tips ke Bukit Bintang

Foto : explorewisata.com

 

Nah, supaya acara nongkrong di Bukit Bintang berjalan dengan lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, persiapkan kendaraan yang akan digunakan dengan teliti, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Sopir yang mengemudikan kendaraan pun harus sudah ahli, apalagi dengan adanya belokan dan tanjakan pada malam hari. Pastikan semua fitur kendaraan berfungsi dengan baik, mulai dari rem hingga lampu.

Kedua, bawalah pakaian hangat untuk bertahan di udara dingin. Topi juga disarankan untuk digunakan. Ketiga, waktu terbaik untuk berkunjung ke Bukit Bintang adalah pada sore hari hingga malam hari. Meskipun demikian, Anda pun bisa bersantai di tempat ini pada siang hari.

Terakhir, pastikan Anda memiliki waktu yang cukup luang sehingga dapat menikmati suasana tanpa terburu-buru. Jangan khawatir, tidak ada biaya masuk yang dikenakan pada para pengunjung Bukit Bintang kecuali biaya parkir.

 

Tempat Wisata Malam Lain

Selain Bukit Bintang, ada banyak tempat wisata lain yang bisa dinikmati pada malam hari di Jogja. Sebut saja, Malioboro, Taman Pelangi, atau Alun-alun Kidul. Masing-masing objek wisata ini memiliki keunikan tersendiri yang sayang jika dilewatkan.

Nah, untuk mengunjungi berbagai tempat wisata malam tersebut, Anda tentu perlu menginap beberapa hari di Jogja. Ada banyak hotel murah di Jogja yang bisa dipilih. Buka saja website Airy Rooms atau pasang aplikasinya di smartphone Anda supaya lebih praktis. Hotel yang berada dalam jaringan Airy Rooms kualitasnya terjamin. Ada 7 fasilitas penting yang disediakan untuk para tamu, yaitu AC, TV layar datar, shower air hangat, WiFi, air minum gratis, perlengkapan mandi, dan tempat tidur bersih.

Menikmati Kolaborasi Dell dan Windows 10

Dari kiri: William Hartoyo dari Dell, Ario Pratomo, Blogger dan Joni Lie dari Microsoft

 

Bagi mereka yang sudah lama bergaul di dunia komputer pasti mengenal Dell, sebuah merek komputer buatan Amerika yang tak asing lagi di awal-awal berkembangnya personal komputer di Indonesia tahun 90an. Namun sejak terjadinya reformasi nama ini pelan-pelan hilang dari peredaran. Maraknya komputer rakitan dengar hardware yang sebagian besar buatan Taiwan dan Cina semakin menenggelamkan komputer branded di kalangan masyarakat luas, kecuali di perusahaan besar maupun di kalangan pemerintahan.

Dengan semakin membaiknya perkembangan bisnis dan stabilnya perekonomian, selain di korporasi, Dell kini kembali melakukan penetrasi dengan menyasar kalangan muda maupun menengah dengan produk-produk canggihnya.

Jumat 15 Desember 2017 kemarin, bertempat di Tanamera Cuisin, Blok M. Dell memperkenalkan update produk-produk terbaru Dell yang semuanya sudah memakai system operasi Windows 10. Dell datang dengan vitur-vitur yang mewah dan dukungan hardware yang handal dan bertenaga. Keunggulan Dell yang sudah mendunia disajikan malam itu. Diantaranya durability, peraih 1000 reviews dengan nilai “excellent” dan peraih 521 product award tahun 2015 dan hampir 50 CES innovation and design awards di tahun 2015 dan 2016. Meraih peringkat #1 paling handal pada 22 atribut kepuasan, Monitor yang meraih peringkat #1 selama 4 tahun di dunia. Vendor PC Windows Nomor #1 pilihan Laptop Magazine dalam inovasi. Serta Gartner leadership quadrant memberi Dell predikat Leader, perusahaan yang berenergi.

 

Bersama Windows, Dell bergandengan menciptakan produk berkualitas tinggi untuk kepuasan pelanggannya. Dari sisi hardware Dell menginginkan end usernya bisa produktif menghasilkan karyanya melalui dukungan pusat servis yang resmi. Kerjasama antara hardware dan software yang memungkin para end user selalu produktif diantaranya adalah Transisi yang mulus dari tablet ke laptop dengan Dell 2 in 1  dan Windows Continuum. Memperpanjang dayatahan baterai  dengan membatasi aktifitas background dan menekan notifikasi. Mempermudah interaksi dalam menangkap ide secara cepat dan menuliskannya secara langsung. Disamping Dell active stylus Windows 10 juga memiliki beberapa feature diantaranya Windows Ink. Terakhir adalah Stay on task memudahkan dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan bekerja dengan layar sentuh Dell dan windows live.

Walau pangsa pasar Dell di Indonesia saat ini tidaklah besar sebagaimana merek lainnya, bukan berarti Dell tidak mempunyai produk yang hebat, kompetitif dan inovatif. Sebagaimana dinyatakan di atas Dell lebih banyak bermain di korporasi. Saat ini Dell mempunyai jajaran produk Notebook Clamshell, Gaming, 2 in 1 dan desktop. Seri tertinggi hadir dengan XPS dan berlanjut dengan seri Inspiron 7000, 5000 dan 3000. Angka ribuan ini menunjukkan jenis prosesor yang dipakai Intel i7, i5 atau i3.

 

 

 

 

XPS adalah seri tertinggi atau premium brand dari Dell, dirancang untuk mereka yang menuntut kinerja tinggi dari sebuah laptop. Body XPS ini terbuat dari serat karbon dan aluminium mesin. Jeroannya berisi komponen dengan spesifikasi  dan tehnologi inovatif tertinggi. Layar dan kontras rasio beresolusi tinggi, serta purna jual dengan Layanan Accidental Damage.

 

Windows 10

Microsoft Windows adalah system operasi terbesar yang menguasai dunia saat ini disamping dua system operasi lainnya, yaitu: Linux dan MaxOS keluaran Apple. Sebagai pemain utama system operasi personal computer, Windows juga menjadi target utama pembajakan system operasi, berbeda dengan MaxOS yang memang hanya dirancang untuk produk keluaran Apple computer dan tidak bisa sembarangan diinstal di komputer rakitan. Atau Linux yang berbasis open source yang memang disediakan gratis, namun belum begitu familiar oleh banyak pengguna awam personal computer.

Menanggapi para pembajak yang telah mendunia ini, Windows telah melakukan banyak cara dan pendekatan maupun kampanye. Seperti gambar dibawah ini, dengan hastag #MaluKalauPalsu

 

 

MUI sendiri juga sudah memberikan fatwa kalau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual itu itu haram. Disamping itu OS (Operating System) bajakan itu juga bisa mendatangkan ancaman terhadap komputer yang terinstal. Ancaman itu antara lain phising atau pencurian data. Juga Ransomware nama atau istilah umum untuk semua malware yang – sesuai dengan namanya – meminta uang tebusan kepada user yang komputernya terinfeksi Ransomware.

Kerugian dan ancaman dari OS bajakan itu dapat kita lihat pada gambar di bawah ini:

 

Survey yang dilakukan oleh Microsoft dan NUS tahun 2014 menemukan, diatara 203 komputer yang dibeli dan diinstal dengan Windows bajakan, 61 persen terinfeksi virus malware berbahaya. Seperti dapat kita lihat juga gambar di bawah ini, terlihat Indonesia adalah negara kedua terbesar di dunia yang mendapat serangan malware.

 

Manfaat software asli adalah perlindungan dari adanya virus yang terbawa oleh software bajakan, kehandalan saat komputer dipakai karena selalu mendapat dukungan dari Microsoft bila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Windows asli juga dilampiri dengan sebuah stiker hologram khusus untuk ditempelkan di PC atau laptop. Stiker ini akan menunjukkan kalau software yang ada dikomputer kita asli saat berada atau mengalami pemeriksaan di Bandara. Keuntungan menggunakan software asli dan kerugian memakai software bajakan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

 

Setiap kita membeli komputer Dell preinstall, kita akan melihat sebuah label GML atau Genuine Microsoft Label pada komputer tersebut. Label ini menunjukkan bahwa komputer yang kita beli tersebut telah terinstal dengan system operasi Windows asli. Label ini juga tidak akan ditemukan pada Windows bajakan. Karena label ini tidak pernah dijual terpisah dan tidak bisa ditiru. Label ini juga biasanya ditempelkan di bagian bawah laptop atau pada bagian belakang Desktop PC. Label ini tidak bisa ditiru karena dia dicetak berupa hologram, yang apabila disinari dengan lampu ultra violet akan memperlihatkan kode-kode unik yang tidak terlihat pada saat kena cahaya normal.

 

Mengapa harus Windows 10

Windows 10 beserta fiturnya memberdayakan orang-orang untuk melakukan hal-hal besar.

-Terasa akrab dan lebih baik dari sebelumnya

-Lebih personal dan alami.

-Bisa dihubungkan dengan beberapa peralatan lain.

-Lebih produktif untuk berbegai keperluan.

Fitur-fitur pelengkapnya lebih banyak bisa kita lihat di bawah ini.

 

Begitu banyak feature untuk menunjang kreatifitas maupun untuk bersantai menyalurkan hobi Anda yang terdapat di Windows 10, akan begitu panjang bila semua ditulis disini. Baiknya silakan Anda nikmati langsung kehebatannya, tapi dengan Windows yang asli, ya! #MaluKalauPalsu 🙂

Jagalah Keluarga Kita dari Kanker Serviks, Sekarang Juga!

Gambar: Liputan 6.com

 

Bertempat di Hooks Restaurant, Blok S, Jakarta Selatan. Kamis, 30 November lalu, saya mengikuti Mayapada Gathering, yang diadakan oleh Rumah Sakit Mayapada bekerjasama dengan Indonesia Blogger Interpreneur. Topik yang dipresentasikan oleh dr. Yuslam Fidianto, Sp.OG. Yaitu topik yang sedang ramai dibicarakan saat ini, yaitu tentang Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim.

 

 

Mengenal Kanker Serviks.

Kanker Serviks atau disebut juga kanker leher rahim, adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) yang menyerang leher rahim. Virus HPV ditemukan oleh Harald zur Hausen dari Jerman. Penemuan ini mengantar dia jadi pemenang Hadiah Nobel bidang Kedokteran tahun 2008.

Harald zur Hausen, lahir 11 Maret 1936 di Gelsenkirchen, Jerman. Peneliti berusia 71 ini tahun bekerja selama puluhan tahun untuk meneliti penyebab kanker leher rahim. Jenis penyakit kanker yang paling sering terjadi di negara berkembang dan jenis kedua yang paling sering diderita wanita di seluruh dunia. Sekitar 500.000 kasus baru didiagnosa setiap tahun. Zur Hausen meneliti virus jenis papilloma pada manusia dan mengidentifikasi dua jenis utama yang ditemukan di banyak kasus kanker leher rahim. Temuannya mendorong pengembangan vaksin-vaksin yang dapat melindungi wanita muda agar tidak diserang kanker leher rahim.

Harold zur Hausen berhasil melawan dogma bahwa human papilloma virus (HPV) adalah penyebab kanker leher rahim, jenis kanker kedua yang paling sering ditemukan pada perempuan. Hausen berpandangan, HPV-DNA seharusnya dideteksi dengan pencarian secara spesifik karena merupakan virus yang heterogen. Hanya beberapa tipe HPV yang menyebabkan kanker. Hausen bekerja keras membuktikan pandangannya tersebut dengan lebih dari 10 tahun meneliti berbagai tipe HPV. Dia menemukan tipe HPV 16 yang menyebabkan tumor pada tahun 1983 dan setahun kemudian mengklon HPV 16 dan 18 dari pasien yang terkena kanker. HPV tipe 16 dan 18 secara konsisten ditemukan pada sekitar 70 persen biopsi kanker rahim di seluruh dunia.

Gambar kiri leher rahim yang sehat, kanan terkena kanker Serviks.  Grafis: www.hanahanif.com

Karena kurangnya informasi dan ketidak tahuan, di Indonesia hanya 5 persen wanita yang melakukan Penapisan Kanker Leher Rahim. Dari yang 5 persen itu 76,6 persen pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut (IIIB ke atas), ini disebabkan karena Kanker Leher Rahim biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya, sehingga penderita tidak merasakan gejala apapun pada tubuhnya. Penapisan dapat dilakukan dengan melakukan tes Pap Smear dan juga Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50 persen atau lebih. Dari hasil penelitian, mayoritas menemukan bahwa infeksi HPV adalah penyebab utama semua kasus kanker leher rahim. Perawatan pada stadium awal adalah dengan operasi, sedang perawatan lanjutannya adalah dengan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.

Di tahun 2014, WHO menyatakan kematian pada penduduk wanita yang diakibatkan kanker ada 92 ribu kasus. Dari angka tersebut, 10,3 persennya disebabkan oleh kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks hampir mencapai 21 ribu.

Semakin hari, semakin muda usia wanita yang terserang kanker serviks, yaitu kisaran usia 21-22 tahun di tahun 2000 dan mencapai usia di bawah 20 tahun pada tahun 2012. Hal ini ditengarai karena kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia. Masyarakat kita masih awam dengan test pap smear dan tak jarang yang menganggapnya sebagai tes yang menakutkan serta harganya yang mahal. Akibatnya, keberadaan kanker sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh ketika seseorang memeriksakan kondisinya. Padahal, di kondisi ini pengobatan makin sulit dilakukan dan juga biayanya mahal. Hal ini  berpengaruh pada jumlah kematian kanker serviks di Indonesia yang tergolong tinggi karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis.

 

Penemu Vaksin Pencegahan Kanker Serviks

Kita telah mengetahui siapa penemu kanker Serviks. Tapi sudahkah kita juga mengetahui siapa penemu vaksin pencegah kanker serviks itu?

Dialah Richard Rianto Rustandi. Pria 53 tahun asal Bogor yang kini bekerja sebagai salah seorang ilmuwan di perusahaan penyedia layanan kesehatan global terkemuka asal Amerika, Merck Sharp and Dohme (MSD). Profesor dari Universitas Chicago ini mengaku bekerja siang malam selama delapan tahun sejak 2001 lalu, hanya untuk meneliti seberapa bahayanya virus HPV.

Kerja keras itupun akhirnya berbuah manis dengan lahirnya vaksin HPV quadrivalent. “Vaksin ini merupakan penelitian pertama saya sejak bekerja di MSD. Itu penelitiannya sampai delapan tahun,” ujarnya.

Menurut Richard, virus HPV yang memiliki 130 tipe, sangat berbahaya. Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2010 lalu memerkirakan, 11,4 persen wanita dengan pap smear normal, terinfeksi HPV. Selain itu virus juga dapat dideteksi pada 99,7 persen wanita yang terdiagnosis menderita kanker serviks.*

 

Apakah itu Pap Smear?

Pap Smear yaitu sebuah prosedur untuk menguji keberadaan kanker serviks pada pasien wanita. Dengan peralatan khusus yang disebut spatula dokter akan mengambil sampel sel-sel serviks, lalu meneliti dan menganalisa di laboratorium apakah pasien yang sedang menjalani test Pap Smear tersebut menemukan virus HPV 16 atau 18 yang berbahaya di leher rahimnya. Dari hasil pemeriksaan dan analisa di laboratorium, akan diketahui apakah pasien bersih dari virus HPV yang sangat berbahaya itu atau sebaliknya pasien tersebut tidak dalam keadaan terinfeksi oleh Virus HPV tersebut. Bila dari hasil analisa laboratorium ditemukan pasien positif kena virus HPV juga dapat dilihat apakah pasien masih pada tahap stadium 1 atau stadium lanjut diatasnya. Hal ini akan berpengaruh pada proses pengobatan yang akan dilakukan oleh pihak rumah sakit. Apakah harus dengan pengobatan standar atau harus dengan kemoterapi dan/atau operasi pengangkatan rahim. Bila pasien ternayata bersih dari virus HPV, maka pengobatan yang dianjurkan dokter adalah vaksinasi dengan vaksin HPV.

Pap smear sebaiknya dilakukan 5 hari setelah haid atau 10-20 hari setelah hari pertama haid agar leher rahim bersih dari sisa-sisa darah haid. Dalam 2 hari sebelum pap smear sebaiknya hindari membersihkan vagina dengan krim atau sabun apapun, juga douching (penyemprotan obat atau larutan tertentu ke arah liang vagina).
Hindari penggunaan tampon atau obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina dan hindari dahulu berhubungan intim. Jika sedang keputihan ataupun ada keluhan lainnya seperti rasa gatal, sakit atau panas di area mulut vagina sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
Chaca yang sudah melakukan pap smear  dan Ibu Elly, penyandang Kanker Serviks

 

Ibu Eli dan kisah inspiratif penyandang Kanker Serviks

Ditengah acara blogger gathering ini juga dihadirkan Chaca Chatib, bintang tamu yang diundang karena telah melakukan papsmear dan vaksin, serta seorang penyandang Kanker Serviks juga kanker Colon, yaitu ibu Elly Mawati.

Karena peduli terhadap keluarga serta kesadaran terhadap kesehatan cukup tinggi, tanpa didampingi oleh suami atau anggota keluarga lainnya, bila dirinya merasa sakit maka Ibu Elly ini berangkat sendirian ke rumah sakit, begitu juga untuk menjalani pemeriksaan Pap Smear ini. Selesai pemeriksaan, betapa kagetnya saat dia divonis menyandang Kanker Serviks. Awalnya hal ini sempat membuat dia shock kalau dirinya mengidap penyakit mematikan tersebut, namun sebaliknya setelah dia merenung dan berdoa kepada Tuhan, akhirnya dia ikhlas menerima kenyataan ini dan juga bersyukur karena sakitnya tersebut bisa diketahui pada stadium awal.

Untuk menjaga agar keluarga juga tidak kaget atau ikut shock dia mendiamkan hal ini dan menyimpannya seorang diri. Apalagi saat itu anak-anaknya tengah menghadapi masa ujian di sekolahnya masing-masing. Keputusan operasi pengangkatan rahim yang seharusnya ditanda tangani oleh suaminya, diambil alih langsung oleh Ibu Elly, yang sempat membuat pihak rumah sakit juga heran.  Hal itu disebabkan suaminya tidak bisa mengantar ke rumah sakit, bukan karena tidak menyayangi istrinya, tapi karena sedang sibuk di bengkel tempat dia bekerja dan berusaha keras untuk mencari biaya pengobatan istrinya juga kebutuhan sekolah anak-anaknya. Ibu Elly menceritakan sambil menangis mengenang kondisi keluarganya di saat masa kritis tersebut. Namun karena ibu Elly bisa meyakinkan pihak rumah sakit, maka operasipun bisa dijalankan.

Operasi pengangkatan rahim yang dijalankan oleh lbu Elly berjalan lancar dan mulus. Dalam masa perawatan, sadar akan dirinya tak lagi bisa melayani suami memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri. Ibu Elly sempat berkata kepada suaminya. “Bapak, kalau bapak ingin menikah lagi, saya ikhlas…” Saat ibu Elly menceritakan hal ini, semua peserta yang ikut dalam acara blogger gathering ini terdiam, hening, sibuk dengan perasaan masing-masing. Saya sendiripun, sebagai seorang suami dan ayah tiga orang anak, tak sanggup menahan tetesan air mata yang tergenang di pelupuk mata. :'(  Namun situasi tersebut tak berlangsung lama, karena Ibu Elly melanjutkan: “itu suami saya silakan tanya langsung ke dia…!” Suasana yang tadi cukup hening sontak diliputi canda tawa, saat teman-teman yang berada dekat suami ibu Elly malah meledek suami ibu Elly sambil mengatakan: “Nah, pak! Sudah dapat lampu hijau dari Ibu…!” yang disambut tawa heboh dari teman-teman lainnya.

Dari apa yang dialaminya, dan kedekatannya dirinya yang semakin intens pada Sang Maha Kuasa, Ibu Elly selanjutnya menyadari bahwa apa yang dialaminya adalah takdir Tuhan yang tak mungkin dielakkannya. Tak mau larut dan hanyut dalam derita yang dialami, dia akhirnya bangkit. Ibu Elly bangkit menjadi motivator bagi lingkungannya, membarikan nasihat bagi mereka yang masih ragu-ragu untuk melakukan Pap Seamer dan melakukan pendampingan bagi mereka yang terinfeksi virus HPV. Semangat hidup Ibu Elly yang tinggi akhirnya berhasil menginspirasi banyak orang yang mengenal dia, termasuk kami yang hadir malam itu.

Walau dirinya kini telah menopause dini, kondisi di mana seorang perempuan sudah tidak mungkin lagi hamil dan melahirkan pasca operasi, Ibu Elly tetap sabar dan tabah menjalani hidup. Dia bersyukur saat mendapatkan penyakit itu saat dia telah dikaruniai anak serta suami yang setia dan menerima keberadaan dirinya apa adanya. Baginya, itu adalah kebahagian yang tak terkira.

Selain keluarga yang selalu memberi semangat untuk terus tabah, tegar dan ikhlas menjalani hidup, keberadaan komunitas dengan kondisi yang sama, tak kalah besar pengaruhnya dalam memberikan semangat hidupnya.

Mari jaga keluarga kita dengan Vaksinasi HPV, sekarang juga!

Diantara banyak rumah sakit yang sudah dapat melakukan vaksinasi HVP adalah Rumah Sakit Mayapada, Jakarta dan Rumah Sakit Mayapada, Tangerang. Peralatan yang lengkap dan tenaga medis serta dokter berpengalaman menjamin mutu pelayanan rumah sakit ini.
Di kedua rumah sakit tersebut kita dapat memilih paket vaksinasi HPV yang kita butuhkan. Paket Rose dengan vaksin Gardasil dan pemeriksaan Obstetric & Gynecology dan 3 kali vaksinasi dengan biaya 3,1 juta atau dengan Paket Lavender dengan vaksin Cervarix sebanyak 3 kali dan pemeriksaan yang sama dengan paket Rose dengan biaya 2,6 juta. Kedua paket promosi di atas berlaku hingga 31 Desember 2017. Butuh info lebih lanjut Anda bisa menghubungi 021-29217777 ext. 7124. Atau 021-5578 1888.
Informasi lainnya seputar kesehatan yang ada di Mayapada Hospital bisa juga Anda lihat di:
Instagram: @mayapadahospital
Facebook Fanpage: Mayapada Hospital
Twitter: @rsmayapada

 

*Data pelengkap dari Wikipedia.