Indosat IM3 Terima Penghargaan dari Majalah Hai

 

Director & Chief Commercial Officer Indosat, Erik Meijer, tengah menerima Piala Top of Mind Brand untuk kategori SIM Provider dari pimpinan Majalah Hai

IM3 terpilih sebagai Top of Mind Brand untuk kategori SIM Provider. Prestasi ini didapatkan pada ajang HAI Youth Brand Awards 2012 yang diadakan oleh majalah HAI. Penyerahan piala penghargaan ini diserahkan oleh pimpinan majalah HAI pada hari Kamis November lalu, pada peluncuran program baru IM3, Pake Sekalee, GRATIS Sampe Ribuan Kalee

IM3 merupakan salah satu layanan GSM prabayar Indosat yang menyasar pasar anak muda Indonesia dengan berbagai inovasi, tidak hanya di layanan voice dan SMS, tetapi juga layanan data, multimedia dan social network dengan tarif yang kompetitif. Sebagai brand yang digemari anak muda dengan berbagai keunggulannya, IM3 telah mendapatkan berbagai pengakuan dari berbagai pihak.

Dalam penghargaan ini Majalah HAI menggandeng biro survey independen internasional, IPSOS. Survey yang diadakan di bulan Mei 2012 lalu ini melibatkan lebih dari 2000 responden di 10 kota besar di Indonesia. Seluruh responden yang dilibatkan adalah remaja pria berusia 15-19 tahun. Dengan metode multi stage stratified random sampling survey ini berhasil menjaring brand-brand yang menjadi top of mind remaja pria di 41 kategori produk yang ditentukan berdasarkan kaitannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Berdasarkan survey tersebut, IM3 berhasil terpilih sebagai top of mind brand untuk kategori SIM Provider.

Penghargaan yang ini semakin membuat Indosat terpacu untuk terus berinovasi dalam memberikan solusi dan layanan komunikasi yang Hemat, Lengkap dan Murah untuk pelanggan. IM3 Pake Sekalee, GRATIS Sampe Ribuan Kalee adalah salah satu wujud komitmen Indosat dalam berinovasi.

 

Para

Director & Chief Commercial Officer Indosat, Erik Meijer (depan kanan) bersama Group Head Product Development & Management Indosat, Sumantri Joko Yuwono (depan kiri), Group Head Segment Management Indosat, David Murphy  (tengah), dan Group Head Marketing Communication Indosat, Andrini Novie Hastuti (belakang kanan)  saat peluncuran program IM3 Pake Sekalee, GRATIS Sampe Ribuan Kalee.

Peluncuran Program baru Indosat

Indosat kembali meluncurkan inovasi produk terbarunya melalui Program IM3 Pake Sekalee, GRATIS Sampe Ribuan Kalee. Program IM3 Pake Sekalee, GRATIS Sampe Ribuan Kalee memberikan keuntungan GRATIS Nelpon, SMS ke sesama Indosat dan internetan sampai RIBUAN kali dengan HANYA nelpon 1 menit atau kirim 1 SMS atau Internetan 1 MB. Program ini berlaku bagi pelanggan Prabayar lama dan baru. Sementara itu pada saat yang sama diperkenalkan logo terbaru IM3 yang merupakan terobosan layanan yang lebih menarik sebagai brand-nya anak muda yang modern.

Bagi pelanggan lama Indosat yaitu IM3 dan Mentari dapat menikmati paket ini dengan cara ketik: Sekalee kirim ke 123 atau tekan *123*2*1# lalu pilih IM3 Sekalee maka pelanggan sudah dapat langsung menikmati Gratis Nelpon, SMS Tanpa Batas dan Internetan SEPUASNYA. Untuk cek bonus Nelpon, SMS dan Internetan, pelanggan cukup tekan *557#

 

Beberapa orang teman-teman Kompasianer yang mengikuti peluncuran program baru IM3 tersebut di Hard Rock Cafe, EX plaza, jalan MH Thamrin Jakarta, (1/11/2012)

 

Selamat Berjuang Anakku

Anakku

ayah tahu

hari ini adalah hari sangat penting bagimu

dalam perjalanan menuju kesembuhanmu

begitu juga hari-hari kedepannya

ayah ingin mengantarmu kesana

mendampingimu

menemanimu

tapi…

ayah harus urungkan niat itu

karena

kehadiran ayah justru akan mengganggumu

biarlah ayah mengiringi langkahmu

dengan doa penuh harapan

semoga Allah senantiasa melindungimu

memberimu kesembuhan

hingga penyakit itu tak lagi mengganggumu

dan kau anakku

bisa menikmati hari-hari indahmu

bersama anak-anak yang membutuhkan kasih sayangmu

bersama suami yang membutuhkan pengabdianmu

 

Anakku

ayunkanlah langkahmu

bersama doa pada DIA

Sang pemilik semua kekuasaan

Sang penyembuh segala penyakit

Sang peramu semua obat

Yang maha pengasih

Yang maha penyayang

 

Bismillahi

tawakkaltu

‘alallaahi

laa haula wala quata

illa billahi

aliyyul azhiim….

 

amiin ya rabbal alamiin…..

 

 

Doa dan Harapan

Ananda,

alhamdulillah ayah baik-baik saja

hanya saja

ayah saat ini tak tahu harus berbuat apa

untuk membantu ananda

hanya doa

sekali lagi hanya doa

yang dapat ayah panjatkan kepada Allah

Dia yang maha penyembuh

Dia yang maha pengasih

Dia yang maha penyayang

tempat semua harapan digantungkan

tempat semua hasrat bermuara

tiada yang lain tempat mengadu

kecuali kepada DIA yang maha tunggal

Allah,

kepada Engkau segala doa kami mohonkan

ringankan beban yang dipikul anakku

sembuhkan sakit yang dideritanya

amin ya rabbal alamin…

 

Ku Ingin Pulang

Adikku…
walau baru setahun kita berpisah
betapa lama waktu itu terasa
terlihat oleh ku batu bajak berwajah sendu
menunggu aku kembali
seakan dia berkata
buah baurai kini telah sepi
simpang labuah pun telang lengang
surau tabiang kini telah berdebu
parak kita kini telah semak
rumput di halaman pun telah bersusun
alampun hening sendu

adikku…
betapa kini aku rindu
pada dirimu
pada keluarga kita
dan segala yang ada disana
ingin ku pulang dan tak kembali
menikmati masa tua 
dengan sisa usia yang tak seberapa
tapi…
rasanya semua itu hanya mimpi
yang akan segera sirna
saat sejenak ku terjaga
dan engkaupun tahu jawaban semua itu…

Jakarta Akan Jadi Kiblat Pelukis Dunia?

Bersama sang Juara

Membuat reportase kompetisi melukis, adalah pengalaman baru bagi saya, apalagi ini adalah Kompetisi Melukis Internasional yang diadakan oleh Pemda DKI dengan penyelenggara Jakarta Art Award 2012 yang beralamat di North Art Space, Pasar Seni Ancol.  Saya yang tidak memahami genre atau aliran lukis melukis ini, dihadapkan pada hasil karya sekitar seratus orang  meliputi kategori : kontemporer, modern, post tradisional, tradisional, klasikal. Seperti yang di jelaskan oleh panitia penyelenggara, sungguh membuat saya jadi terpana.

Dari tema yang di usung tahun ini yang berjudul Dunia Ideal, kompetisi lukis yang memasuki yang ke 4 ini, tidak hanya diikuti atau mempertandingkan para pelukis dalam negeri. Panitia telah mengembangkan kompetisi ini menjadi berskala internasional, hasilnya, para pelukis asingpun berdatangan mengirimkan hasil karya mereka. Mereka berdatangan dari Lebanon, Jerman, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Inggris, Korea dan Italia.

Fauzi Bowo, gubernur DKI Jakarta dalam pidato malam pengumuman pemenang kompetisi ini mengharapkan, siapapun nanti yang akan memimpin Jakarta, semoga acara ini tak berhenti hanya sampai disini. Dia mengharapkan agar kegiatan ini berlanjut dan berkembang terus dengan peserta yang lebih banyak dari seluruh penjuru dunia. Dari apa yang disampaikan Fauzi Bowo tersebut, sayapun membayangkan kelak Jakarta akan menjadi kiblat para pelukis dunia, tentu saja dengan penyelenggaraan yang lebih hebat lagi.

Diikuti oleh 1120 orang pelukis yang di dalamnya termasuk 25 orang pelukis dari mancanegara, Jakarta Art Award 2012 berhasil menampilkan lebih dari 3300 lukisan. Ini adalah awal sebuah pesta untuk para pelukis Indonesia dan dunia nantinya.

Lalu siapa yang beruntung kali ini mendapatkan predikat juara dan menggondol uang hadiah senilai Rp. 100.000.000,-? Dia adalah Sapto Sugiyo Utomo, pelukis kelahiran Kendal, Jawa Tengah tahun 1971 dan jebolan IKIP Semarang ini, berhasil mendapatkan nilai tertinggi dari dewan juri yang di ketuai oleh Prof. Srihadi Sudarsono MA. Dengan lukisan berjudul “Keluarga Sakinah” Sapto berhasil menyingkirkan lebih 3300 karya pelukis lainnya, termasuk diantara 100 lukisan yang berhak masuk grand final.

Seperti apa hasil karya Sapto Sugiyo Utomo ini? silakan anda nikmati di foto pertama postingan ini. Stiker berwarna kuning emas bertuliskan Winner dan diatasnya lambang Jakarta Art Award ini telah menunjukkan posisi hasil karya Sapto ini.

Juara 1, Sapto Sugiyo Utomo dengan judul lukisan "Keluarga Sakinah"

 

Foto kedua disini saya tampilkan hasil karya Mai Erard, pelukis wanita kelahiran Terbes, Perancis, namun kini tinggal dan berkarya di Bali. Pelukis yang belajar melukis secara otodidak  dan cukup fasih berbahasa Indonesia ini, memberi judul “Compres Love, Love, Love2” pada lukisannya, berhasil menyabet sebagai satu-satunya hadiah yang bernilai US$ 7000 dari tiga hadiah bernilai sama untuk kategori pelukis asing.

Lukisan terbaik peserta Internasional karya Mai Erard dari Perancis, berjudul "Compres Love, Love, Love2"

 

Selanjutnya kita nikmati disini 5 hasil karya anak negeri yang berhasil menyabet 5 hadiah kedua yang bernilai masing-masing Rp. 75.000.000,- untuk setiap pemenang.

 

1. Banu Arsana, pelukis kelahiran Yogyakarta 17 Maret 1954, jebolan ISI Yogyakarta dengan judul lukisan “Siluet Insan Kamil”

Banu Arsana dengan lukisan Siluaet Insan Kamil

 

2. Mansyur Mas’ud, walaupun pelukis ini lahir di Makassar, namun sebenarnya dia adalah putra Belitong. Berpendidikan Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia “ASRI” Yogyakarta, memberikan judul “Detak Jantung Jakarta” untuk hasil karyanya.

 

Mansyur Mas'ud dengan karya berjudul Detak Jantung Jakarta

3. S. Dwi Stya (Acong), lahir di Malang, Jawa Timur, 26 Maret 1977. Pendidikan Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta. Saat ini tinggal dan berkarya di Yogyakarta, memberikan judul “Hari Yang Indah” untuk hasil karyanya.

A. Dwi Stya (Acong) dengan judul "sesuatu Yang Indah"

 

4. Sentot Widodo, Lahir di Yogyakarta, 6 Juni 1966. Pendidikan SMSR Yogyakarta (1982) dan FSRD ISI Yogyakarta (1986). Sentot memberikan judul “Reparasi Nurani” untuk hasil karya lukisannya yang hitam putih ini.

"Reparasi Nurani" oleh Sentot Widodo

 

5. Vani Hidayatur Rahman, pelukis termuda yang meraih hadiah juara 2 ini adalah kelahiran Semarang 17 Juni 1981. Vani memberi judul “Unity” atas karyanya yang memperlihatkan para pekerja pembuat kapal kayu.

"Unity" karya Vani Hidayatur Rahman

 

Disamping hadiah uang tunai, semua pemenang ini juga mendapatkan piagam penghargaan dari panitia Jakarta Art Award 2012.

Suatu hal yang menarik juga dari JAA 2012 ini, adalah adanya pengakuan atas keberadaan para blogger dari pemerintah DKI, yang disampaikan oleh gubernur Fauzi Bowo dalam pidato sambutannya. Hal ini tentu sangat menggembirakan bagi kita para blogger yang selama ini masih dipandang sebelah mata, dibanding media mainstream seperti televisi dan media cetak lainnya. Dan kita para blogger juga tentu tidak akan pernah ragu untuk membantu menyuarakan atau melaporkan hal-hal yang berada di luar jangkauan media mainstream itu. Katrena memang disanalah keunggulan kita para blogger, yang tidak di batasi waktu dan tempat ini, apalagi yang namanya deadline.

 

Gubernur DKI Fauzi Bowo di dampingi pimpinan Ancol, Budi Karya.

 

Amril Taufiq Gobel, saat menyampaikan sambutannya mewakili blogger
Penyerahan trophy pada sang juara.

 

 

Foto bersama setelah penyampaian hadiah kepada para pemenang JAA 2012

 

Fauzi Bowo saat menorehkan kuas pertama pada selembar kanvas, sebagai tanda berakhirnya JAA 2012

 

Fauzi Bowo tengah menikmati lukisan salah seorang peserta finalis di ruang pamer North Art Space, Pasar Seni, Ancol.

 

Para pengunjung tengah menikmati hasil karya para finalis dan para pemenang di ruang pamer North Art Space, Pasar Seni, Ancol.

 

Meja Registrasi khusus Blogger di JAA 2012, Pasar Seni, Ancol.

 

Foto-foto lukisan yang saya tampilkan disini diambil dari buku Katalog Pameran Jakarta Art Award 2012.

Foto lainnya adalah milik pribadi.