Ketika Mereka Bangga Memakai Batik, Kenapa Kita Tidak?

Sel;empang Batik Raksasa yang melingkari gedung Indosat

Saya tidak tahu, apakah peringatan Hari Batik Nasional 2012 ini dipublikasikan secara maksimal oleh pemerintah atau Kementerian terkait atau tidak. Tapi sepanjang saya naik bus Jakarta Transport dari Tomang ke jalan Merdeka Barat, saya tidak melihat adanya para penumpang bus yang memakai batik, kecuali para petugas pintu bus Transjakarta yang memakai kemeja batik berwarna dasar orange.

Namun saat saya memasuki pekarangan kantor pusat Indosat di sudut jalan Merdeka Barat, pemandangan itu mulai berubah. Orang-orang berpakaian batik bersileweran di hadapan saya, baik pria dengan kemeja batiknya, maupun wanita dengan gaun batik dengan aneka mode potongan maupun motif yang menakjubkan. Baik yang memakai rok kembang yang kelihatan feminin, maupun yang berbusana muslim terlihat anggun. Lanjutkan membaca “Ketika Mereka Bangga Memakai Batik, Kenapa Kita Tidak?”

Lagu “Padamu Negeri” Pecahkan Rekor MURI Melalui Layanan Indosat Super Wifi

 

Rekor MURI. Indosat meraih rekor MURI untuk Sing Along terbesar Gerakan Soul of The Nation dengan menyanyikan bersama lagu “Padamu Negeri” bersama penyanyi berbakat Raisa. Tampak dalam gambar Andrini Novie Hastuti, Group Head Marketing Communication Indosat (2 dari kanan) bersama Devimaz Gusmal, Division Head Brand Maintenance Indosat (3 dari kanan) saat menerima penghargaan rekor MURI .

Ajang LA Java Soulnation yang puncaknya jatuh tanggal 30 September 2012, berlangsung meriah dan semakin dipadati oleh para pecinta musik yang ingin menikmati musik berkualitas dari musisi-musisi yang mengisi acara ini, baik dari lokal maupun internasional.

Sebagai salah satu peserta yang mensponsori penampilan beberapa group musik , panggung Indosat disemarakkan oleh beberapa musisi lokal maupun internasional yang sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta dan penikmat musik seperti Calvin Jeremy, Soulmate, Shandy Sandoro, Hercules & Love Affairs, Stereocase, Valerius, Bone Thugs N-Harmony, dan Bayu Risa. Lanjutkan membaca “Lagu “Padamu Negeri” Pecahkan Rekor MURI Melalui Layanan Indosat Super Wifi”

Berkat Kesiapannya, Indosat Berhasil Tingkatkan Pelayanan Selama Lebaran

SNOC Indosat Serpong

Kesiapan Indosat dalam menyediakan kapasitas jaringan selama masa mudik Lebaran 2012 telah berhasil melayani pelanggan dengan baik dan lancar selama masa-masa kenaikan trafik telekomunikasi. Masa-masa kenaikan trafik berkomunikasi yang cukup tinggi, baik suara, SMS dan data, dapat diantisipasi dan dikontrol dengan baik berkat berbagai kesiapan jaringan, termasuk dengan hadirnya pusat pemantauan jaringan yaitu Command Center selama H-3 dan H+2 yaitu pada 16 – 21 Agustus 2012, serta berbagai pusat dan titik layanan pelanggan, sehingga pelanggan dapat mendapatkan berbagai solusi layanan Indosat dengan mudah baik di jalur mudik maupun daerah-daerah tujuan mudik.

Kenyamanan dan kelancaran berkomunikasi selama masa mudik pelanggan menjadi perhatian Indosat setiap tahun. Kenaikan trafik yang selalu terjadi setiap tahun memberikan pengalaman bagi Indosat untuk bisa mengantisipasi dan mempersiapkan jaringan dan layanan menjadi semakin baik bagi pelanggan sehingga mereka tetap dapat menikmati layanan berkualitas. Lanjutkan membaca “Berkat Kesiapannya, Indosat Berhasil Tingkatkan Pelayanan Selama Lebaran”

Qnet, Nyari Duitnya di Dunia Maya, Amalnya di Dunia Nyata

Kembali kenangan saya melayang ke lebih 40 tahun yang lalu, saat saya masih tinggal di Panti Asuhan. Ramadhan adalah hari raya buat kami yang tinggal di panti. Di bulan penuh rahmat itu sering kami di undang berbuka puasa bersama oleh keluarga yang cukup berada yang tinggal di sekitar panti, maupun yang cukup jauh dari panti.

Satu jam menjelang berbuka, berombongan kami berjalan menuju rumah yang alamatnya sudah diberikan kepada kami. Di sanalah nanti saat berbuka puasa, kami menikmati makanan yang tak pernah kami jumpai di asrama. Seringkali karena nikmatnya hidangan yang disuguhkan kepada kami, ada teman yang kesulitan berdiri karena kekenyangan. Maklumlah tradisi makan di kampung yang duduk lesehan di lantai, serta hidangan yang hanya sejangkauan tangan dan tak ada batasan mau bertambah berapa kali. Beda dengan jatah makan di asrama yang makannya di takar dengan ukuran tertentu dan cukup sekian tanpa ada tambahan lagi. Lanjutkan membaca “Qnet, Nyari Duitnya di Dunia Maya, Amalnya di Dunia Nyata”

Fill In Flash atau Lampu Pengisi Dalam Pemotretan Melawan Cahaya

Bagi anda yang suka berburu foto atau photo hunting, jangan pernah melupakan lampu kilat di dalam tas perlengkapan fotografi anda. Walaupun acara berburu foto itu dilakukan pada siang hari yang terang benderang. Karena, tidak selamanya dalam acara berburu foto itu anda berada pada posisi membelakangi atau menyampingi cahaya. Mungkin saja pada suatu saat anda harus menantang cahaya.

Ada orang yang mengatakan bahwa pemotretan menantang cahaya itu adalah tabu dan tak boleh dilanggar. Bagi fotografer pemula pantangan itu sering disikapi dengan penuh kepatuhan, sehingga sering mereka kehilangan momen yang menakjubkan hanya karena kepatuhan yang fanatik buta tersebut.

Bagi fotografer berpengalaman atau bagi mereka yang suka bereksperimen dan menyukai tantangan, memotret dengan menantang cahaya itu bukanlah sesuatu yang menakutkan, bahkan banyak momen-momen indah berhasil mereka tangkap dan disajikan kepada kita sebagai penikmat fotografi.

Foto 1.

Sebagai sebuah contoh praktek fill in flash ini dapat kita lihat pada foto 1, diatas. Foto ini diambil di kamar hotel Ciputra Simpang Lima, Semarang. Pada foto sebelah kiri terlihat foto rekan Teddy Rustandi diambil dengan latarbelakang pada pencahayaan normal, sementara subyek di latar depan terlihat gelap. Pada foto kanan subyek di latar depan dibantu dengan lampu pengisi atau fill in flash, sehingga kelihatan subyek di latar depan terlihat jelas, sementara latar belakangnya tetap dalam keadaan normal.

Foto 2.

 

Foto 2 memperlihatkan bila pemotretan dilakukan dengan pengukuran cahaya pada subjek di latar depan, maka hasilnya latar belakang akan tercahayai lebih atau over exposure dan kelihatan putih. Sehingga kita tidak bisa menyaksikan latar belakang yang sebenarnya mendukung keindahan foto yang kita abadikan.

Pada foto 3 dan 4 di bawah kita bisa menyaksikan hasil pemotretan dengan memanfaatkan fill in flash dan yang tidak, saat saya mengabadikan rekan Teddy Rustandi di lapangan Simpang Lima, Semarang. Dengan latar belakang Hotel Ciputra, disaat menikmati hangatnya matahari pagi. Bayangan pohon memperlihatkan jelas dari arah mana datangnya cahaya matahari pagi itu.

 

Foto 3. Pemotretan dengan memakai lampu pengisi atau fill in flash, wajah dan bagian depan tubuh Teddy Rustandi terlihat dengan jelas.

 

Foto 4. Pemotretan tanpa lampu pengisi atau fill in flash wajah dan tubuh bagian depan Teddy Rustandi terlihat gelap.

 

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya lampu kilat yang dipakai hendaknya lampu kilat mandiri yang bisa dipakai manual maupun otomatis, bukan lampu kilat yang melekat di kamera. Karena lampu kilat yang mandiri pada umumnya GN-nya lebih besar dibanding GN lampu kilat bawaan yang menempel di kamera. Dan lagi lampu kilat bawaan yang ada di kamera tersebut bekerja dengan otomatis, bukan manual. Sehingga sewaktu pemotretan yang menantang cahaya, lampu kilat ini akan secara otomatis hanya mengeluarkan sedikit cahayanya, karena pengukur cahayanya dipengaruhi oleh kuatnya cahaya matahari.